7 Strategi Sukses dalam Memulai Bisnis Batik untuk Pemula

Pasti dari kita sudah tidak asing lagi mendengar kata batik. Batik merupakan kain tradisional Indonesia yang sudah populer di setiap penjuru wilayah Indonesia bahkan mancanegara. Batik Indonesia juga sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO. Kini, bisnis batik menjadi salah satu faktor bisnis yang berpeluang dan menjanjikan di Indonesia. Mengapa demikian? Batik sudah tersebar ke seluruh Indonesia hingga internasional dan sudah dimasukan di dalam industri fashion untuk semua kalangan. Mulai dari kalangan umur hingga kalangan penghasilan baik menengah ke bawah sampai kelas atas.

Terlepas dari fakta bahwa batik sudah menjadi warisan budaya yang wajib kita lestarikan, batik juga merupakan sebagai identitas bangsa Indonesia. Beragam model batik yang terus bermunculan, jadi Anda dapat memanfaatkan untuk memulai bisnis batik. Model batik yang mengikuti trend masa kini seperti syal batik, outer, batik dress, vest, hngga tas batik dan sebagainya. Jadi semua kalangan dari berbagai umur dan pekerjaan sudah menggunakan batik. Dalam bisnis batik memiliki harga yang beragam, segmentasi pasar yang luas, sehingga persaingan yang cukup kompetitif. Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis batik, simak tujuh strategi suksesnya!

DemoGratis

Daftar Isi

  1. Pahami Berbagai Jenis Batik
  2. Tentukan Segmentasi Pasar yang Ingin Dilayani
  3. Tentukan Supplier Batik yang Berkualitas
  4. Rencanakan Strategi Pemasaran yang Tepat
  5. Integrasikan pada Toko Online
  6. Buka Peluang Reseller
  7. Lakukan Pembukuan Keuangan
  8. Kesimpulan

1. Pahami Berbagai Jenis Batik

Sebelum memulai bisnis batik, alangkah baiknya Anda perlu memahami dari berbagai jenis batik. Dari segi pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu batik tulis, batik cap, dan batik sablon (printing). Batik tulis memiliki nilai jual yang paling tinggi karena prosesnya yang panjang, mendetail, dan pengerjaan oleh pengrajin yang memiliki jiwa seni tinggi. Setelah itu terdapat batik cap pada posisi kedua, dan batik sablon. Sedangkan jenis batik dari motif, asal daerah, corak, dan filosofinya lebih bervariasi. Sebagai pelaku bisnis batik, Anda perlu mencari tahu dan mempelajarinya agar dapat menjelaskan kepada konsumen.

2. Tentukan Segmentasi Pasar yang Ingin Dilayani

Dalam memasarkan suatu produk, tentunya Anda harus menentukan segmentasi pasar siapa yang akan menjadi target pasar Anda. Membuat segmentasi pasar bertujuan untuk mengenali konsumen berdasarkan segmentasi yang telah Anda rancang. Semakin Anda mengenali calon pembeli batik, semakin mudah juga untuk Anda menyusun strategi pemasaran. Oleh sebab itu, lakukanlah segmentasi secara matang sebelum memulai bisnis. Sebagai contoh jika Anda ingin menjual batik tulis, Anda perlu mempromosikan kepada kalangan masyarakat kelas menengah keatas.

3. Tentukan Supplier Batik yang Berkualitas

Jika Anda tidak memproduksi batik sendiri, sebaiknya Anda mencari supplier atau pemasok batik yang berkualitas dan terpercaya. Supplier yang sudah lama berkecimpung dalam bisnis batik biasanya sudah memiliki toko sendiri bahkan konveksi atau pabrik batik. Mencari beberapa supplier dan membandingkannya sebelum Anda memutuskan untuk bekerja sama dengan supplier tersebut. Tentunya selalu ada harga setiap kualitas yang diberikan. Perlu Anda catat, ketika sudah menemukan supplier yang cocok maka hindari mengambil harga yang terlalu tinggi. Bertujuan agar Anda bisa mendapatkan konsumen yang loyal dan selalu berbelanja batik di toko Anda.

bisnis batik
Sumber: koinworks.com

4. Rencanakan Strategi Pemasaran yang Tepat

Strategi selanjutnya adalah merencanakan strategi pemasaran dan promosi yang tepat. Strategi promosi perlu menyesuaikan dengan psikologi, kebutuhan pasar, dll sesuai dari segmentasi yang telah Anda tentukan. Semakin mengenal karakter calon pembeli, semakin mudah dalam menemukan celah untuk berhasil menjual produk. Anda dapat memasarkan bisnis batik melalui online maupun offline. Jangkauan pemasaran online lebih luas dan tak terbatas karena siapapun dapat melihat dan mencari tahu mengenai bisnis Anda.

Baca juga: Pentingnya Penggunaan Digital Marketing dalam Aspek Bisnis

5. Integrasikan pada Toko Online

Kebanyakan pebisnis mengintegrasikan bisnisnya dengan toko online. Pada toko online, maka bisnis batik Anda dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas dan tak terbatas. Anda dapat memakai blog, sosial media, email, e-commerce, dan sebagainya. Sehingga Anda tidak perlu bersusah-payah untuk mempromosikan bisnis batik dan bisa berkomunikasi serta melayani konsumen secara online. Dengan begitu, Anda dapat menaruh semua produk atau katalog batik yang Anda miliki dan calon konsumen dapat melihat semua produk yang tersedia.

Baca juga: Ide Bisnis Online Tanpa Modal yang Menguntungkan

6. Buka Peluang Reseller

Meskipun posisi Anda menjadi reseller bisnis batik, Anda tetap dapat menjalin kerjasama dengan penjual lain. Memang margin keuntungan yang akan Anda dapat tidak sebanyak seperti biasa, namun peluang ini tetaplah banyak peminatnya. Misalnya Anda menawarkan paket usaha dengan 10 baju batik seharga Rp 30.000 atau 100 baju batik dengan harga Rp 3.000.000. Nantinya reseller akan menjual kepada konsumen dengan harga yang telah mereka tetapkan sendiri. Jadi, walaupun Anda sebagai reseller batik, tetapi tetap bisa membuka kesempatan bagi orang lain yang memiliki jiwa wirausaha.

Baca juga: Peran dan Strategi Menjadi Distributor Sukses yang Perlu Anda Pahami

7. Lakukan Pembukuan Keuangan

Paling terakhir tidak lupa untuk Anda membuat pembukuan keuangan. Dalam hal berbisnis, pembuatan pembukuan keuangan merupakan hal yang wajib untuk mengetahui arus kas bisnis Anda. Sehingga Anda dapat melakukan evaluasi selama penjualan dalam periode tertentu. Walaupun Anda seorang reseller bisnis batik, laporan keuangan sangatlah penting untuk Anda catat setiap hari ketika ada pemasukan dan pengeluaran. Anda dapat menggunakan sistem akuntansi yang terpercaya untuk membuat pembukuan secara otomatis dan real-time.

Baca juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Keuangan untuk Efisiensikan Bisnis Anda!

Kesimpulan

Setelah Anda membaca artikel ini, bisnis batik memang berpeluang saat ini karena model batik yang terus berkembang. Namun, perlu Anda garis bawahi ketika memulai bisnis tidak semuanya instan berhasil, pastinya perlu ada proses yang harus dijalani dengan tekun dan konsisten. Jika disimpulkan secara keseluruhan mengenai strategi sukses menjalani bisnis batik, Anda perlu melewati langkah-langkah tersebut terutama pada pencatatan arus kas keuangan. Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengetahui perkembangan bisnis Anda. Gunakan software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap untuk mengelola keuangan, arus kas, hingga pembuatan laporan keuangan dengan lebih mudah. Sehingga pengerjaan laporan keuangan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Hal itu menggunakan sistem yang otomatis dan real-time untuk mendapatkan hasilnya.

Aruna Citra Dewi Kartini
Aruna Citra Dewi Kartini
A highly motivated and tech-savvy individual with a demonstrated ability to produce high-quality content that engages audiences and achieves marketing goals.

Artikel Terkait

Baca Juga

Coba Gratis Software EQUIP

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan dapatkan demonya! GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Icon EQUIP

Gabriella
Balasan dalam 1 menit

Gabriella
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami.
628111775117
×

Gabriella

Active Now

Gabriella

Active Now