Pengertian Stakeholder, Jenis, Peran, Fungsi, Beserta Contohnya

Pengertian Stakeholder, Jenis, Peran, Fungsi, Beserta Contohnya

Pengertian Stakeholder, Jenis, Peran, Fungsi, Beserta Contohnya

Dalam proyek implementasi ERP, istilah stakeholder muncul hampir di setiap rapat. Sederhananya, stakeholder adalah pihak yang bisa memengaruhi atau terpengaruh oleh jalannya proyek dan bisnis Anda.

Banyak proyek ERP justru tersendat bukan karena teknologinya, melainkan karena peran stakeholder tidak jelas. Siapa yang memutuskan, siapa menyetujui, dan siapa cukup diberi tahu sering kali kabur.

Artikel ini membahas pengertian dan peran stakeholder, lalu memetakannya ke tata kelola proyek, pemetaan kekuasaan-kepentingan, RACI, alur persetujuan, adopsi, manajemen perubahan, dan jejak audit keputusan.

Key Takeaways

Stakeholder adalah pihak yang memengaruhi atau terpengaruh oleh proyek dan jalannya bisnis, mulai dari investor hingga pengguna internal.

Dalam implementasi ERP, kejelasan peran lewat pemetaan kekuasaan-kepentingan dan matriks RACI menekan risiko proyek tersendat.

Tata kelola persetujuan berjenjang dan jejak audit keputusan menjaga setiap keputusan tetap tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Adopsi pengguna dan manajemen perubahan menentukan apakah sistem baru benar-benar dipakai, bukan sekadar terpasang.

Daftar Isi

Pengertian Stakeholder

Stakeholder adalah individu, komunitas, atau kelompok yang terlibat dan ikut berkontribusi penting bagi sebuah proyek maupun perusahaan. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini disebut pemangku kepentingan.

Setiap pemangku kepentingan memiliki maksud dan kepentingan yang berbeda. Di sinilah peran individu penting, termasuk manfaat intrapreneur yang mendorong bisnis berkembang dari dalam perusahaan.

Karena itu, tugas perusahaan adalah menyelaraskan kepentingan stakeholder dengan tujuan bisnis dan sasaran proyek yang sedang berjalan.

Peran Stakeholder dalam Proyek dan Implementasi ERP

pengertian stakeholder
Setelah memahami pengertiannya, berikut beberapa peran utama stakeholder yang terasa langsung ketika sebuah proyek ERP dijalankan.

1. Menentukan keputusan

Stakeholder senior, seperti direksi dan pemilik kewenangan, menentukan keputusan besar proyek. Mereka juga berhak memilih arah, menyetujui anggaran, hingga menetapkan siapa yang memimpin implementasi.

2. Pemberi dukungan modal

Sebagai investor atau sponsor, stakeholder memberi dukungan dana. Mereka bisa menambah atau menahan investasi dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, sehingga komunikasi yang terbuka menjadi penting.

3. Terlibat dalam manajemen perusahaan

Sebagian stakeholder ikut dalam manajemen sehari-hari, misalnya di divisi TI, HRD, atau operasional. Keterlibatan ini membantu memastikan proyek berjalan sesuai kebutuhan nyata pengguna.

4. Corporate social responsibility

Stakeholder juga berperan dalam tanggung jawab sosial perusahaan, baik kepada konsumen, pemasok, maupun komunitas. Peran ini menjaga reputasi sekaligus keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Jenis-jenis Stakeholder

stakeholder adalah
Secara umum, stakeholder terbagi menjadi internal dan eksternal. Stakeholder internal berada di dalam perusahaan, sedangkan yang eksternal berkepentingan pada hasil tanpa terlibat operasional harian.

Contoh internal adalah karyawan dan pemilik usaha. Sementara eksternal mencakup pelanggan, pemerintah, komunitas, media, dan investor.

1. Karyawan

Karyawan adalah stakeholder yang paling berperan karena berkontribusi langsung pada produksi dan operasional. Dalam proyek ERP, mereka juga menjadi pengguna utama sistem baru.

2. Investor

Investor dan kreditur menanamkan modal atau pinjaman untuk mendukung operasional. Selain mendanai, mereka berhak mengawasi kinerja perusahaan agar dananya terpakai secara sehat.

3. Konsumen

Konsumen menentukan hidup matinya bisnis. Tanpa mereka, pendapatan berhenti dan proyek apa pun kehilangan alasan untuk dijalankan.

4. Komunitas

Komunitas di sekitar perusahaan terpengaruh oleh lapangan kerja, ekonomi, dan keselamatan. Menjaga hubungan baik dengan mereka membantu kelancaran operasional jangka panjang.

5. Supplier

Pemasok menyediakan bahan baku, terutama pada industri manufaktur. Perannya sulit tergantikan karena rantai produksi berhenti bila pasokan terganggu.

6. Stakeholder primer

Stakeholder primer berhubungan erat dengan penyusunan proyek, program, atau kebijakan. Contohnya tokoh masyarakat, masyarakat terdampak, dan manajer publik yang berwenang mengambil keputusan.

7. Stakeholder sekunder

Stakeholder sekunder tidak terlibat langsung dalam perencanaan, tetapi pendapatnya bisa memengaruhi keputusan. Suaranya kerap menjadi pertimbangan sebelum kebijakan final diputuskan.

8. Stakeholder kunci

Stakeholder kunci adalah pihak yang paling berwenang atas proyek maupun bisnis. Merekalah yang biasanya memegang keputusan akhir dan bertanggung jawab atas hasilnya.

Pemetaan Kekuasaan-Kepentingan Stakeholder

Tidak semua stakeholder perlu perlakuan sama. Pemetaan kekuasaan-kepentingan membantu Anda menempatkan tiap pihak sesuai besar pengaruh dan tingkat kepedulian mereka pada proyek.

1. Kekuasaan tinggi dan kepentingan tinggi

Ini kelompok paling kritis, misalnya sponsor dan steering committee. Libatkan mereka erat, ajak berdiskusi rutin, dan pastikan keputusan penting selalu melibatkan mereka.

2. Kekuasaan tinggi dan kepentingan rendah

Pihak seperti direksi lain punya pengaruh besar tetapi tidak mengikuti detail. Cukup jaga kepuasan mereka dengan laporan ringkas agar tetap mendukung proyek.

3. Kekuasaan rendah dan kepentingan tinggi

Pengguna akhir sering sangat peduli meski wewenangnya kecil. Beri mereka informasi jelas dan dengarkan masukannya, karena merekalah yang memakai sistem setiap hari.

4. Kekuasaan rendah dan kepentingan rendah

Kelompok ini cukup dipantau seperlunya. Beri kabar saat ada perubahan besar, tanpa perlu melibatkan mereka dalam setiap detail proyek.

Matriks RACI untuk Kejelasan Tanggung Jawab

Setelah pemetaan, matriks RACI memperjelas siapa berbuat apa. RACI singkatan dari Responsible, Accountable, Consulted, dan Informed, empat status peran untuk tiap aktivitas proyek.

Berikut contoh sederhana matriks RACI pada implementasi ERP.

Aktivitas implementasi Steering Committee Project Manager Tim TI & Konsultan Pengguna Kunci
Menetapkan ruang lingkup dan anggaran A R C I
Konfigurasi sistem dan migrasi data I A R C
Pengujian penerimaan (UAT) I C C R
Persetujuan go-live A R C C
Pelatihan dan adopsi pengguna I A C R

Keterangan: R (Responsible) mengerjakan, A (Accountable) bertanggung jawab akhir, C (Consulted) dimintai masukan, dan I (Informed) cukup diberi tahu.

Tata Kelola Persetujuan dan Jejak Audit Keputusan

Proyek ERP menyentuh data dan proses lintas divisi. Karena itu, persetujuan dan pencatatan keputusan perlu diatur agar setiap perubahan tetap terkontrol dan mudah ditelusuri.

1. Alur persetujuan berjenjang

Susun alur persetujuan bertingkat sesuai nilai dan risiko keputusan. Permintaan kecil cukup disetujui manajer, sedangkan perubahan besar naik ke sponsor atau steering committee.

2. Jejak audit keputusan

Catat setiap keputusan penting: apa yang diputuskan, siapa yang menyetujui, dan kapan. Jejak audit ini memudahkan evaluasi dan melindungi tim saat ada pertanyaan di kemudian hari.

Adopsi dan Manajemen Perubahan

Sistem terbaik pun gagal bila tidak dipakai. Adopsi dan manajemen perubahan memastikan orang benar-benar berpindah ke cara kerja baru, bukan kembali ke kebiasaan lama.

1. Mendorong adopsi pengguna

Libatkan pengguna kunci sejak awal, sediakan pelatihan bertahap, dan tunjuk juara internal di tiap tim. Dukungan sesama rekan kerja sering lebih ampuh daripada instruksi dari atas.

2. Mengelola perubahan

Komunikasikan alasan perubahan, manfaatnya, dan dampaknya pada pekerjaan harian. Beri ruang untuk bertanya agar resistensi berubah menjadi rasa memiliki terhadap sistem baru.

Cara Membangun Hubungan Perusahaan dan Stakeholder

definisi stakeholder
Hubungan perusahaan dan stakeholder berkembang melalui beberapa pola. Mengenali pola ini membantu Anda menaikkan kualitas keterlibatan dari sekadar formalitas menjadi kolaborasi nyata.

1. Hubungan inactive

Pada pola ini, perusahaan mengambil keputusan tanpa banyak memperhatikan pihak lain. Fokusnya hanya pada produk dan penjualan, sementara suara stakeholder cenderung diabaikan.

2. Hubungan reactive

Perusahaan mulai sadar tidak bisa mengabaikan stakeholder, tetapi menanggapinya dengan terpaksa. Sikapnya masih defensif dan sekadar merespons tekanan dari luar.

3. Hubungan proaktif

Perusahaan aktif membangun komunikasi terbuka dengan stakeholder. Pada tahap ini, banyak bisnis mulai memakai ESG software untuk mengukur dan mengelola dampak sosial secara strategis.

4. Hubungan interaktif

Pada pola paling matang, perusahaan dan stakeholder saling percaya dan berkolaborasi. Keputusan diambil bersama sehingga proyek berjalan lebih mulus dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Memahami pengertian, peran, dan jenis stakeholder membuat kolaborasi lebih sehat. Dalam proyek ERP, kejelasan itu diperkuat lewat pemetaan, RACI, tata kelola persetujuan, dan jejak audit keputusan.

Kelola peran dan persetujuan stakeholder proyek Anda dalam satu sistem. Jadwalkan demo gratis EQUIP sekarang dan rasakan tata kelola proyek yang lebih rapi.

FAQ Seputar Stakeholder dalam Implementasi ERP

Cari pihak yang memiliki kewenangan memutuskan sekaligus terdampak langsung oleh sistem baru. Gabungkan pemetaan kekuasaan-kepentingan dengan matriks RACI agar penanggung jawab tiap aktivitas terlihat jelas dan tidak ada peran yang terlewat.
Pemetaan kekuasaan-kepentingan menentukan seberapa erat Anda melibatkan tiap stakeholder berdasarkan pengaruh dan kepeduliannya. Matriks RACI lebih teknis, yaitu memperjelas siapa mengerjakan, menyetujui, dikonsultasi, dan diberi tahu pada setiap aktivitas.
Semua keputusan yang mengubah ruang lingkup, anggaran, konfigurasi inti, atau jadwal go-live sebaiknya dicatat. Simpan isi keputusan, pihak yang menyetujui, dan waktunya agar mudah dievaluasi dan dipertanggungjawabkan saat diaudit.
Libatkan pengguna kunci sejak tahap awal, jelaskan manfaat perubahan bagi pekerjaan mereka, dan sediakan pelatihan bertahap. Menunjuk juara internal di setiap tim juga membantu karena dukungan sesama rekan kerja lebih mudah diterima.
Tanpa alur persetujuan yang jelas, perubahan bisa dilakukan tanpa kontrol dan memicu risiko data maupun biaya. Persetujuan berjenjang memastikan keputusan besar ditinjau pihak berwenang sebelum diterapkan ke sistem.
Arumi Sekar Lituhayu

Technical Writer

Fokus tulisan Arumi Sekar Lituhayu berada pada operasional bisnis dan proses distribusi yang menuntut ketelitian data. Dengan pengalaman lebih dari 6 tahun di industri SaaS, topik yang dibahas mencakup pengiriman, multi-pricelist, konversi satuan, kontrol piutang–utang, serta integrasi ekspor–impor untuk sektor manufaktur, retail, konstruksi, trading, dan F&B. Penyajian dibuat edukatif dan mudah dipindai, dengan penekanan pada langkah kerja yang runtut dan istilah yang konsisten agar nyaman dibaca lintas tim.

EQUIP mengikuti standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi, panduan industri, dan publikasi terpercaya.

Estimasi waktu membaca: 7 menit