Direksi meminta posisi kas dan laba seluruh cabang untuk rapat Senin pagi, tetapi tim keuangan baru bisa menjawab setelah menunggu file dari tiap cabang, menyamakan formatnya, lalu memeriksa transaksi yang belum tercatat. Angka final datang ketika keputusan sudah diambil, dan itu terjadi karena perusahaan belum punya dashboard keuangan yang menarik angka semua cabang secara otomatis dalam format yang sama.
Artikel ini membahas pengertian dan fungsi dashboard keuangan, kriteria pemilihan software, serta 12 rekomendasi software untuk membantu perusahaan memantau arus kas, laba, biaya, piutang, utang, dan kinerja cabang.
Key Takeaways
Dashboard merangkum arus kas, laba, biaya, piutang, utang, dan anggaran.
Dashboard menggabungkan data transaksi, KPI, filter cabang, dan visualisasi.
Data terlambat dan format berbeda menunda keputusan manajemen.
Software terintegrasi membantu finance memantau cabang dan menelusuri angka.
Apa Itu Dashboard Keuangan
Dashboard keuangan adalah tampilan visual yang menyajikan data finansial melalui grafik, tabel, dan indikator kinerja. Metriknya dapat mencakup arus kas, laba rugi, pendapatan, biaya, piutang, utang, anggaran, dan rasio keuangan.
Berbeda dari laporan keuangan yang menjelaskan kondisi pada periode tertentu, dashboard membantu manajemen melihat perubahan terbaru dan menentukan tindakan. Dashboard yang baik menggabungkan sumber data, KPI, dan visualisasi yang mudah dipahami.
Fungsi Dashboard Keuangan bagi Perusahaan
Dashboard keuangan membantu tim finance dan manajemen memantau kondisi perusahaan tanpa menunggu rekap manual. Manfaatnya akan semakin terasa ketika perusahaan memiliki beberapa cabang atau entitas.
1. Memantau posisi kas
Manajemen dapat melihat saldo kas, arus kas masuk, arus kas keluar, serta kebutuhan dana dalam satu tampilan.
2. Membandingkan kinerja cabang
Pendapatan, biaya, margin, dan laba dapat dibandingkan berdasarkan lokasi atau unit bisnis.
3. Menganalisis anggaran
Varians antara anggaran dan realisasi dapat diketahui lebih cepat sehingga penyebabnya dapat segera ditelusuri.
4. Mengendalikan piutang dan utang
Tim finance dapat melihat tagihan jatuh tempo, umur piutang, dan kewajiban pembayaran kepada pemasok.
5. Mendukung tutup buku
Status transaksi belum diposting, rekonsiliasi bank, dan closing setiap cabang dapat dipantau secara terpusat.
Kriteria Memilih Software Dashboard Keuangan
Sebelum memilih software, tentukan terlebih dahulu keputusan bisnis yang perlu dipercepat. Tampilan dashboard yang menarik tidak cukup jika datanya terlambat atau tidak dapat ditelusuri.
- Cakupan metrik: Pastikan software menyediakan laporan laba rugi, arus kas, piutang, utang, anggaran, margin, dan rasio keuangan.
- Sumber data: Periksa apakah data berasal dari transaksi yang tercatat otomatis atau masih membutuhkan input manual.
- Analisis per cabang: Pastikan data dapat difilter berdasarkan cabang, lokasi, departemen, proyek, atau entitas.
- Konsolidasi: Perusahaan dengan banyak entitas perlu memastikan dukungan terhadap laporan gabungan dan eliminasi transaksi antar perusahaan.
- Hak akses: Dashboard direksi, finance, dan kepala cabang sebaiknya dapat disesuaikan berdasarkan peran.
- Audit trail: Angka di dashboard sebaiknya dapat ditelusuri sampai jurnal dan transaksi sumber.
- Integrasi: Periksa koneksi dengan sistem penjualan, pembelian, persediaan, perbankan, dan perpajakan.
12 Rekomendasi Software Dashboard Keuangan
Berikut perbandingan awal 12 software berdasarkan jenis solusi, sumber data, analisis cabang, dan kebutuhan bisnis. Kemampuan aktual dapat berbeda berdasarkan paket, konfigurasi, dan kebutuhan implementasi.
| Software | Jenis solusi | Sumber data | Analisis cabang | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| EQUIP | ERP | Transaksi akuntansi dan operasional | Cabang, divisi, dan entitas | Perusahaan menengah dan besar |
| Mekari Jurnal | Software akuntansi | Transaksi keuangan | Perlu dikonfirmasi berdasarkan paket | Bisnis dengan akuntansi terpusat |
| Accurate Online | Software akuntansi | Transaksi akuntansi | Laporan dan widget cabang | Bisnis pengguna Accurate |
| Kledo | Software akuntansi | Transaksi dan tag | Menggunakan tag dengan batasan tertentu | Usaha kecil dan menengah |
| Zahir Online | Software akuntansi | Penerimaan dan pengeluaran | Perlu dikonfirmasi | Bisnis yang membutuhkan ringkasan finansial |
| Ukirama ERP | ERP | Keuangan dan operasional | Bergantung pada konfigurasi | Perusahaan dengan proses lintas modul |
| SAP Business One | ERP | Transaksi lintas fungsi | Multi entitas | Perusahaan dengan proses terstruktur |
| Oracle NetSuite | ERP cloud | Transaksi lintas entitas | Multi entitas dan mata uang | Grup bisnis dengan proses kompleks |
| Microsoft Power BI | Business intelligence | Berbagai sistem sumber | Bergantung pada model data | Organisasi dengan tim data |
| Tableau | Business intelligence | Berbagai sistem sumber | Bergantung pada integrasi | Organisasi dengan analisis visual |
| FineBI | Business intelligence | Data yang digabungkan | Bergantung pada struktur data | Tim yang membutuhkan dashboard mandiri |
| Coupler.io | Integrasi data | Berbagai aplikasi | Bergantung pada sumber data | Tim yang membutuhkan sinkronisasi data |
Daftar berikut mencakup software akuntansi, ERP, business intelligence, dan platform integrasi data. Jenis solusinya berbeda sehingga pengguna perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan pencatatan transaksi, konsolidasi, dan visualisasi.
1. EQUIP
EQUIP adalah ERP yang menghubungkan pencatatan akuntansi dengan proses penjualan, pembelian, persediaan, CRM, dan operasional. Data transaksi dari berbagai cabang dapat digunakan sebagai dasar laporan keuangan tanpa rekap manual dari banyak file.
Fitur utama:
- Dashboard keuangan terpusat untuk memantau pendapatan, biaya, laba, arus kas, piutang, dan utang
- Laporan keuangan per cabang, divisi, proyek, dan entitas
- Integrasi data akuntansi dengan penjualan, pembelian, persediaan, dan CRM
- Pengaturan akses berdasarkan peran pengguna
- Penelusuran laporan sampai jurnal dan transaksi sumber
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
2. Dashboard Keuangan Perusahaan Mekari
Mekari Jurnal merupakan software akuntansi yang membantu perusahaan mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan. Perusahaan dengan banyak cabang dapat mengevaluasi kemampuan laporan gabungan dan analisis per lokasi.
Fitur utama:
- Laporan keuangan dan pencatatan transaksi terpusat
- Pemantauan pendapatan dan biaya berdasarkan kebutuhan bisnis
- Dashboard ringkasan untuk membantu pemilik dan finance memantau kondisi usaha
- Integrasi dengan proses bisnis tertentu berdasarkan paket yang dipilih
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
3. Dashboard Cash Flow Accurate Online
Accurate Online dapat digunakan untuk mencatat transaksi dan menyajikan laporan keuangan. Fitur widget dan laporan berdasarkan cabang dapat membantu perusahaan memantau performa lokasi tertentu.
Fitur utama:
- Laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya
- Widget untuk menampilkan ringkasan indikator bisnis
- Laporan berdasarkan cabang atau unit usaha
- Pencatatan transaksi akuntansi secara online
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
4. Kledo Keuangan Kledo
Kledo membantu usaha kecil dan menengah menyusun laporan keuangan dan memantau transaksi. Analisis per cabang dapat menggunakan tag, tetapi perusahaan perlu memahami batasan filter pada jenis laporan tertentu.
Fitur utama:
- Laporan pendapatan, biaya, laba, dan transaksi
- Penggunaan tag untuk membantu pengelompokan data
- Ringkasan keuangan untuk pemilik bisnis
- Pencatatan transaksi secara online
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
5. Dashboard Keuangan Laba Rugi Zahir Online
Zahir Online dapat membantu perusahaan melihat keuntungan, penerimaan, pengeluaran, dan ringkasan kondisi finansial. Software ini dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang ingin memantau laporan melalui tampilan yang lebih sederhana.
Fitur utama:
- Dashboard keuntungan dan pengeluaran
- Pemantauan transaksi penerimaan dan pembayaran
- Laporan akuntansi untuk kebutuhan manajemen
- Akses data keuangan secara online
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
6. Dashboard Keuangan Ukirama
Ukirama ERP menghubungkan proses keuangan dengan aktivitas operasional perusahaan. Software ini dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang membutuhkan data margin, biaya, arus kas, dan transaksi operasional dalam satu sistem.
Fitur utama:
- Pengelolaan keuangan dan operasional
- Pelaporan berdasarkan unit bisnis dan lokasi
- Integrasi proses pembelian, penjualan, persediaan, dan akuntansi
- Dashboard untuk membantu pemantauan kinerja
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
7. Dashboard Analisis Keuangan SAP
SAP Business One merupakan ERP untuk mengelola keuangan, penjualan, pembelian, persediaan, dan aktivitas operasional. Dashboard keuangan dapat digunakan untuk memantau indikator kinerja dari data yang tersimpan di dalam ERP.
Fitur utama:
- Pengelolaan akuntansi dan transaksi bisnis
- Dashboard dan laporan berbasis peran
- Integrasi proses penjualan, pembelian, dan persediaan
- Dukungan untuk organisasi dengan struktur proses yang kompleks
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
8. Dashboard Keuangan Oracle NetSuite
Oracle NetSuite menyediakan dashboard dan KPI yang dapat disesuaikan berdasarkan peran pengguna. Solusi ini relevan untuk perusahaan atau grup bisnis yang membutuhkan pelaporan lintas entitas.
Fitur utama:
- Dashboard KPI berdasarkan peran
- Pelaporan keuangan lintas entitas
- Pengelolaan transaksi dan proses bisnis berbasis cloud
- Penelusuran KPI menuju detail transaksi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
9. Dashboard Laporan Keuangan Microsoft Power BI
Microsoft Power BI merupakan platform business intelligence untuk menggabungkan dan memvisualisasikan data dari berbagai sumber. Finance dapat menggunakannya untuk membuat dashboard arus kas, laba rugi, piutang, anggaran, dan kinerja cabang.
Fitur utama:
- Visualisasi data keuangan dari beberapa sumber
- Dashboard interaktif dengan filter cabang dan periode
- Integrasi dengan berbagai sistem data
- Analisis tren dan perbandingan kinerja
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
10. Dashboard Analisa Keuangan Tableau
Tableau membantu organisasi membuat visualisasi interaktif dari data keuangan. Pengguna dapat membangun tampilan arus kas, margin, anggaran, piutang, dan performa cabang sesuai kebutuhan.
Fitur utama:
- Dashboard visual interaktif
- Analisis tren dan perbandingan antar unit bisnis
- Koneksi dengan berbagai sumber data
- Visualisasi untuk kebutuhan finance dan manajemen
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
11. Dashboard Analisis Keuangan FineBI
FineBI dapat digunakan untuk membuat dashboard dan laporan keuangan dari data yang digabungkan. Pengguna dapat menyusun KPI, analisis tren, serta perbandingan performa cabang.
Fitur utama:
- Pembuatan dashboard dan laporan mandiri
- Penggabungan data dari beberapa sistem
- Analisis KPI dan tren keuangan
- Visualisasi berdasarkan kebutuhan pengguna
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
12. Dashboard Keuangan Coupler.io
Coupler.io membantu mengumpulkan data dari berbagai sumber dan mengirimkannya ke spreadsheet, platform BI, atau tujuan analitik lain. Solusi ini dapat digunakan untuk membangun template dashboard berdasarkan data dari beberapa aplikasi.
Fitur utama:
- Pengumpulan data dari berbagai aplikasi
- Sinkronisasi data ke spreadsheet atau platform analitik
- Template dashboard untuk kebutuhan keuangan
- Pembaruan data berdasarkan jadwal tertentu
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cara Memilih Software Dashboard Keuangan
Pilihan software sebaiknya mengikuti masalah yang ingin diselesaikan. Perusahaan satu entitas biasanya membutuhkan laporan akuntansi, sedangkan perusahaan multi cabang memerlukan analisis lokasi, konsolidasi, dan pengendalian akses.
- Untuk bisnis satu entitas: Fokuskan evaluasi pada laporan keuangan, kemudahan penggunaan, integrasi, dan audit trail.
- Untuk perusahaan multi cabang: Pastikan software dapat memisahkan transaksi, membandingkan performa, dan menghasilkan laporan gabungan.
- Untuk grup multi entitas: Periksa dukungan konsolidasi, eliminasi transaksi, mata uang, kalender fiskal, dan hak akses.
- Saat demo: Tanyakan sumber setiap angka, jadwal pembaruan, proses konsolidasi, dan kemampuan menelusuri angka sampai transaksi sumber.
Dashboard Keuangan Excel dan Batas Kemampuannya
Excel masih memadai ketika perusahaan hanya memiliki satu entitas, jumlah transaksi tidak terlalu besar, dan dashboard dikelola oleh sedikit pengguna. Spreadsheet juga berguna untuk simulasi anggaran dan analisis sementara.
Masalah mulai muncul ketika setiap cabang mengirimkan file dengan format berbeda. Tim finance perlu menyalin data, memperbaiki rumus, memeriksa versi file, dan memastikan tidak ada transaksi yang tertinggal.
- Excel mulai sulit digunakan ketika data berasal dari banyak cabang.
- Beberapa versi file dapat menghasilkan angka yang berbeda.
- Perubahan rumus sulit dilacak tanpa audit trail.
- Pembaruan dashboard bergantung pada orang yang menginput data.
- Rekonsiliasi antar cabang membutuhkan pekerjaan manual tambahan.
Kesimpulan
Dashboard keuangan menyatukan arus kas, laba, biaya, piutang, utang, dan performa cabang dalam satu tampilan. Kualitasnya ditentukan oleh sumber data, definisi KPI, dan frekuensi pembaruan.
Software akuntansi cukup untuk pencatatan dasar, ERP sesuai untuk integrasi keuangan dan operasional, sedangkan business intelligence untuk olah data lintas sistem. Pilih sesuai jumlah cabang dan kebutuhan konsolidasi.
Pertanyaan Seputar Dashboard Keuangan













