Thrift: Bisnis Masa Kini yang Patut Anda Coba!

Dalam beberapa tahun ke belakang ini terdapat salah satu usaha yang sangat digemari anak muda, yaitu bisnis thrift shop. Bisnis thrift merupakan salah satu usaha masa kini yang tidak butuh modal besar, bisa dijual menggunakan platform apapun dan mendatangkan keuntungan yang relatif besar. Tak heran jika banyak yang mengandrungi bisnis ini. Ditambah lagi adanya software CRM terbaik yang dapat meningkatkan prospek bisnis. Sebenarnya bisnis thrift sudah mulai sejak tahun 2013, ketika perdagangan barang bekas ramai masuk Indonesia.

Jika dahulu pembelian barang bekas identik dengan kalangan menengah ke bawah, kini anak-anak muda pun semakin tertarik. Saat ini thrifting kembali menjadi tren karena sejak memasuki awal tahun 2020 tren fashion era 80 dan 90 mulai diminati oleh kalangan muda. Bersamaan dengan banyaknya kampanye yang mendukung seperti pengurangan konsumsi fast fashion, 3R (reduce, reuse, dan recycle), dan juga zero waste. Untuk menjual barang thrift yang sudah berhasil anda kumpulkan, maka penggunaan Software ERP terlengkap akan sangat membantu bisnis anda. Dengan menggunakan sistem ini, maka anda bisa meminimalkan proses manual yang membuang waktu dan fokus pada peningkatan konversi penjualan.

Dukungan software CRM tercanggih memampukan Anda untuk mendapatkan laporan lengkap dan akurat seputar proses penjualan dan prospek potensial dalam hitungan detik. Sehingga, kegiatan thrifting akan lebih efisien. Tidak hanya itu, adanya fitur loyalty point pada perangkat lunak CRM dari EQUIP maka Anda bisa meningkatkan penjualan dan retensi pelanggan dengan sistem reward untuk setiap customer setia Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bisnis thrift simak artikel berikut ini. Jangan sampai Anda melewati peluang bisnis thrift shop!

thrift

Daftar Isi

Apa itu Thrift dan Thrift Business?

Dalam bahasa Indonesia arti kata thrift adalah penghematan. Intinya, thrift adalah cara menggunakan uang agar tidak boros. Saat ini istilah thrift merupakan salah satu aktivitas membeli barang yang lebih murah karena barang tersebut adalah barang bekas. Sedangkan bisnis thrift shop adalah usaha menjual barang-barang bekas atau reject dari pabrik luar maupun dalam negeri. Toko barang bekas biasanya menjual berbagai pakain bekas, sepatu, tas, jam tangan, furnitur, dan barang-barang rumah tangga lainnya dengan harga diskon.

Namun, bisnis thrift ini berbeda dengan preloved. Dalam keduanya, barang yang tidak selalu yang bermerk. Selama barang tersebut masih bagus kondisinya, maka masih layak juga untuk diperjualbelikan. Seperti pembahasan sebelumnya jika thrift adalah penghematan dan digunakan sebagai salah satu aktivitas membeli barang dengan harga murah. Meskipun barang bekas yang dijual, tak jarang ada barang yang kondisinya masih sangat baru. 

Sedangkan preloved adalah menjual barang bekas lainnya secara personal. Barang-barang tersebut masih dalam kondisi bagus karena hanya sekali atau beberapa kali pakai. Biasanya terdapat barang yang lebih mahal dari harga aslinya karena nilai sejarah dan keunikannya.

Baca juga: Bisnis Retail adalah: Bisnis yang Menguntungkan untuk Masyarakat 

Barang yang Umum Untuk Jualan Bisnis Thrift

Berbagai macam produk dapat diperjualbelikan dalam bisnis atau usaha thrift shop. Mulai dari fashion, furniture, hingga barang-barang rumah tangga. Akan tetapi, berikut akan kami berikan barang apa saja yang memiliki minat beli tinggi dalam bisnis ini, antara lain sebagai berikut:

Pakaian

Pakaian bekas merupakan pilihan utama dalam memulai bisnis ini. Banyak  kategori pakaian yang bisa Anda jual antara lain baju kemeja, jaket, celana bahan, celana jeans hingga rompi. Sebagai salah satu kebutuhan primer, pakaian pasti jadi komoditi yang akan selalu dicari orang-orang. Dalam bisnis, industri fashion selalu ada sepanjang zaman. Meskipun ada tren terbaru, tidak sedikit orang yang lebih menyukai penampilan padu-padan old fashion

thrift shop
sumber: ussfeed.com

Selain itu, menjual baju bekas terdapat peluang lain seperti mendapatkan brand-brand luar negeri. Perlu Anda ketahui bahwa semakin bagus brand pakaian yang Anda jual, maka akan semakin tinggi pula nilai jualnya, walaupun merupakan pakaian tersebut bekas.

Tas

Produk lain yang tak kalah populer dalam usaha thrift ialah tas. Sudah kita ketahui bahwa model tas akan selalu berganti setiap bulannya, terutama tas wanita. Namun tidak seperti pakaian, menemukan tas branded dalam bisnis ini cukup sulit. Pasalnya sekalipun impor, di luar negeri pun masih ada barang branded palsu. Jadi pastikan saja tas tersebut memang asli. Untuk menyesuaikan harga dengan kategori produk maka perlu menentukan target pas Anda, apakah  dari kelas ekonomi bawah, atas, atau menengah.

Sepatu

Tidak jarang juga usaha thrift shop yang menjual jenis ini. Terutama untuk sepatu-sepatu pria dan langka atau limited edition. Apabila sepatu tersebut tergolong limited edition, atau punya history tentu hal itu akan menjadi poin penting untuk menarik konsumen. Bahkan jika masih terdapat kardus atau nota pembelian Anda dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi. 

Terlebih lagi berbagai merk sepatu bisa  Anda jual dengan harga terjangkau, maka pasti banyak orang yang penasaran dan membeli produk sepatu yang kamu jual. Namun menjual produk sepatu perlu memperhatikan kualitas dari jahitan dan bagian solnya, karena sepatu sangat mudah rusak jika kualitasnya tidak bagus.

Baca juga: Tingkatan Keuntungan Bisnis Furniture dengan Software Akuntansi

Kenapa Memilih Bisnis Thrift?

Bisnis thrift shop merupakan bisnis yang sedang tren beberapa tahun ke belakang. Perlu Anda ketahui bahwa penjualan produk bekas seperti ini menarik minat usia produktif terutama remaja. Usia remaja cenderung memiliki perilaku konsumtif, hal ini menguntungkan terlebih lagi di Indonesia penduduk usia produktif merupakan jumlah yang terbanyak.

Bagi mereka yang suka membeli barang-barang bekas, pakaian bukan sekedar kebutuhan primer melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Mereka dapat berpenampilan menarik dan mendapatkan barang branded dengan harga yang sesuai di kantong. Selain itu, bisnis ini hanya membutuhkan modal yang kecil namun akan mendatangkan keuntungan yang relatif besar. Tahukah Anda bahwa paket usaha thrift pakaian bekas yang biasa dijual dengan harga 25.000-150.000 rupiah di toko itu didapatkan dengan harga 1 juta rupiah per karung dengan isi 50-100 pakain secara acak.

Baca juga: Mengapa Bisnis Grosir Merupakan Jenis Usaha yang Banyak di Minati?

Tips Memulai Usaha Thrift Shop

1. Buat rencana bisnis

Business plan mempunyai peran yang penting dalam memulai bisnis. Artinya, Anda sudah punya gambaran apa saja yang harus Anda lakukan dan penuhi. Maka perlu untuk mencari tahu dulu panduan menyusun business plan yang lengkap.

business plan
Source: freepik.com

2. Menjual satu produk spesifik

Karena semakin banyak orang yang berbisnis thrift shop, mulailah dengan menentukan barang apa yang akan Anda jual secara spesifik apakah baju, topi, tas, celana, dan barang lainnya. Dengan memfokuskan produk pada 1 model akan jadi identitas/ciri khas yang akan membedakan toko Anda. Di samping itu juga akan membuat store menjadi rujukan konsumen ketika mereka ingin mencari produk dengan model tertentu.

3. Mencari supplier thrift

Carilah tempat jual baju bekas yang kualitasnya masih bagus. Cari toko yang menjual dengan harga masih terjangkau dengan sistem paket usaha, sehingga ketika menjualnya harganya tidak terlampau mahal. Biasanya menjual per karung dengan harga Rp1 – Rp3 juta. Jangan lupa, sebelum membeli paketan per karung, pastikan mencari pedagang yang terpercaya dan barang jualannya masih bagus dan layak.

Terlebih lagi jika Anda dapat mencari produk dengan merk ternama, maka akan mudah terjual karena merek tersebut biasanya memiliki nilai prestise bagi pembeli. Kalau ingin berjualan pakaian, carilah yang bermerk dan populer di Indonesia agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang tinggi.

Untuk mempermudah pencarian dan seleksi supplier, anda bisa menggunakan software pembelian berkualitas tinggi. Anda bisa mendapatkan laporan lengkap seputar kinerja vendor atau pemasok bisnis Anda dengan fitur Vendor Evaluation System.

4. Memperhatikan kebersihan

Salah satu faktor penting apabila memutuskan untuk berbisnis pakaian bekas ialah kehigienisan produk. Sebelum menjual, pastikan baju bekas sudah tercuci bersih, wangi, dan sudah Anda setrika. Sebaiknya, rendamlah terlebih dahulu dalam air panas untuk menghilangkan bakteri dan kuman di dalamnya.

Apabila tidak mampu membersihkan baju sendiri, Anda dapat melaundrynya. Meski barang bekas, tapi cobalah untuk menyulap dan mengemasnya layaknya pakaian baru. Ini juga berguna untuk membangun kepercayaan konsumen.

5. Menentukan target pasar

Menentukan target pasar sangat penting sebelum Anda memulai bisnis, agar dapat menentukan sasaran dari produk yang di jual. Apakah menyasar masyarakat menengah ke bawah atau menengah ke atas. Jika Anda menyasar masyarakat menengah ke atas, maka harus memilih produk pakaian yang bermerk dengan kualitas yang terbaik walaupun dengan harga yang lebih mahal. Karena mereka akan lebih memilih harga yang lebih mahal dengan kualitas yang baik. Begitupun sebaliknya jika Anda menyasar masyarakat menengah ke bawah.

Baca juga: Leads Adalah: Pengertian, Macam, dan Pentingnya bagi Perusahaan

6. Melakukan promosi

Manfaatkan sosial media untuk mengunggah barang dagangan Anda. Unggahlah foto dan desain yang menarik dengan memasukkan deskripsi produk dan harganya. Manfaatkan fitur ads yang ada di media sosial. Karena fitur ads dapat menyasar target yang jauh, sehingga thrift shop Anda dikenal hingga luar wilayah. Selain itu dapat melakukan promosi ke kerabat dan keluarga Anda, siapa tau mereka minat untuk membeli produk pakaian yang Anda jual.

Baca juga: Pentingnya Penggunaan Digital Marketing dalam Aspek Bisnis

Kesimpulan

Apakah Anda sudah memahami tentang bisnis thrift? bisnis ini dapat Anda jadikan sebagai pilihan yang bagus untuk memulai usaha dengan modal yang minim. Dengan menjual berbagai produk yang memiliki kualitas bagus dan bermerk. Namun, dalam memasarkan produk perlu memiliki keahlian. Selain itu, Anda juga harus mempunyai faktur seperti laporan penjualan dengan analisis yang mendalam. Mulai dari kinerja tim sales dan helpdesk, keuntungan dan kerugian, dan lain-lain. Gunakan Software CRM dari EQUIP dengan fitur terlengkap untuk melakukan hal tersebut. 

thrift

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Baca Juga

Coba Gratis Software EQUIP

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan dapatkan demonya! GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Icon EQUIP

Aurel
Balasan dalam 1 menit

Aurel
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
+628111775117
×
Jadwalkan Demo Via WA