Bayangkan jika pelanggan Anda datang untuk membeli produk favorit mereka, namun stok ternyata habis. Kondisi seperti ini sering terjadi jika bisnis tidak memiliki safety stock yang terhitung dengan baik. Dengan menggunakan rumus safety stock, Anda dapat mengantisipasi lonjakan permintaan sekaligus menghindari kerugian akibat kekurangan persediaan
Safety stock berfungsi sebagai cadangan strategis yang melindungi bisnis dari ketidakpastian pasar maupun keterlambatan pasokan. Namun, persediaan cadangan juga tidak boleh berlebihan karena dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Inilah alasan mengapa memahami dan menghitung rumus safety stock menjadi kunci efisiensi dan kepuasan pelanggan.
Dengan pemahaman yang baik, Anda bisa menerapkan strategi manajemen inventori yang lebih efisien dengan penggunaan software inventaris dapat mempermudah perhitungan safety stock secara otomatis. Artikel ini akan menjelaskan safety stock lebih lengkap. Simak untuk mengetahui lebih lanjut.
Key Takeaways
Safety stock penting untuk menjaga kelancaran operasional gudang agar bisnis tidak mengalami kekurangan barang.
Perhitungan safety stock harus akurat dengan mempertimbangkan fluktuasi permintaan, lead time, dan kapasitas gudang.
Manajemen safety stock yang baik membantu bisnis mengurangi biaya, menjaga arus kas, dan meningkatkan profitabilitas.
EQUIP ERP memudahkan pengelolaan safety stock dengan sistem inventaris otomatis, real-time, dan berbasis data akurat.
Alasan Utama Safety Stock Penting bagi Gudang
Mengelola gudang bukan hanya soal menyimpan barang, tetapi juga bagaimana memastikan ketersediaan stok tetap aman saat terjadi ketidakpastian. Di sinilah safety stock memainkan peran besar. Tanpa adanya cadangan persediaan, gudang bisa kewalahan ketika permintaan melonjak atau ketika pemasok mengalami keterlambatan pengiriman.
Berikut beberapa alasan utama mengapa safety stock penting untuk gudang:
1. Mencegah kehabisan stok (Stockout)
Stockout adalah mimpi buruk bagi gudang maupun bisnis. Bayangkan ketika pelanggan sudah siap membeli, tetapi barang tidak tersedia. Situasi ini bukan hanya menghilangkan potensi penjualan, tetapi juga merusak citra brand. Dengan adanya safety stock, gudang tetap bisa memenuhi pesanan meski ada lonjakan permintaan yang tidak terduga.
2. Menjaga kepuasan pelanggan
Ketersediaan barang yang stabil membuat pelanggan merasa aman untuk terus berbelanja. Mereka tidak perlu khawatir kehabisan produk favorit. Dalam jangka panjang, hal ini bisa meningkatkan loyalitas pelanggan karena mereka percaya bisnis Anda selalu siap melayani kebutuhan mereka.
3. Mengantisipasi keterlambatan pemasok
Hubungan dengan pemasok tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya terjadi keterlambatan produksi, masalah transportasi, atau kendala lain yang membuat barang tidak datang tepat waktu. Dengan memiliki safety stock, gudang bisa tetap beroperasi normal meskipun pasokan dari pemasok tertunda.
4. Mengurangi risiko kerugian
Setiap stok yang habis berarti ada peluang penjualan yang hilang. Jika hal ini terjadi terus-menerus, bisnis bisa mengalami kerugian besar, baik dari sisi pendapatan maupun kepercayaan pelanggan. Safety stock menjadi semacam “jaring pengaman” yang melindungi bisnis dari potensi kerugian tersebut.
5. Mendukung operasional gudang yang stabil
Gudang yang kehabisan stok sering kali membuat alur kerja berantakan. Tim gudang jadi bingung mengatur pesanan, bahkan bisa menunda pengiriman. Dengan safety stock, operasional gudang tetap stabil karena selalu ada cadangan untuk mengisi kekosongan sementara. Hasilnya, proses manajemen inventory control menjadi lebih lancar dan efisien.
Faktor yang Mempengaruhi Safety Stock
Menghitung safety stock tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada banyak variabel yang berperan, tetapi beberapa di antaranya memiliki pengaruh paling besar terhadap jumlah stok pengaman yang harus disiapkan. Berikut adalah 5 faktor utama yang paling menentukan:
1. Variasi Permintaan Pelanggan
Permintaan pasar tidak pernah benar-benar stabil. Kadang naik karena tren musiman atau viral di media sosial, lalu turun drastis ketika tren berakhir. Semakin tinggi fluktuasi permintaan, semakin besar risiko gudang kehabisan stok. Karena itu, bisnis perlu menambahkan safety stock yang lebih tebal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang tiba-tiba.
2. Lead Time Pemasok
Lead time adalah waktu tunggu dari saat Anda memesan barang ke pemasok hingga barang tiba di gudang. Jika lead time selalu konsisten dan singkat, kebutuhan safety stock bisa lebih kecil. Namun, kenyataannya sering ada keterlambatan entah karena masalah transportasi, proses produksi, atau faktor eksternal seperti cuaca.
3. Akurasi Peramalan (Forecasting)
Forecast permintaan menjadi dasar penting dalam menghitung safety stock. Jika peramalan terlalu optimis, stok bisa menumpuk. Jika terlalu pesimis, risiko stockout meningkat. Semakin akurat data forecasting yang Anda gunakan, semakin tepat pula jumlah safety stock yang harus disiapkan.
Untuk mendukung hal ini, penggunaan software inventaris barang bisa membantu mencatat riwayat permintaan, menganalisis tren, dan menghasilkan prediksi yang lebih presisi
4. Tingkat Layanan yang Ingin Dicapai
Setiap bisnis memiliki target service level berbeda. Misalnya, perusahaan ritel ingin memastikan 99% produk selalu tersedia, sementara bisnis B2B mungkin cukup dengan tingkat 95%. Semakin tinggi target layanan yang ingin dicapai, semakin besar pula safety stock yang dibutuhkan.
5. Kapasitas Gudang dan Biaya Penyimpanan
Faktor terakhir yang tak kalah penting adalah ruang gudang dan biaya yang menyertainya. Semakin besar kapasitas gudang, semakin fleksibel bisnis menambah safety stock. Namun, stok berlebih juga berarti biaya penyimpanan lebih tinggi, mulai dari biaya sewa ruang, tenaga kerja, hingga risiko barang rusak atau kedaluwarsa.
Rumus yang Ada di Perhitungan Safety Stock
Setelah memahami pentingnya stok pengaman, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghitungnya. Ada beberapa rumus safety stock yang bisa digunakan sesuai kondisi bisnis. Setiap metode memiliki pendekatan berbeda, tetapi tujuannya sama yaitu untuk menentukan jumlah safety stock yang tepat agar gudang tetap aman tanpa membebani biaya penyimpanan.
1. Rumus dasar
Safety Stock = (Penjualan Maksimum × Lead Time Maksimum) – (Penjualan Harian Rata-Rata × Lead Time Rata-Rata)
Rumus ini membandingkan kondisi paling ekstrem (penjualan dan lead time maksimum) dengan kondisi normal (rata-rata). Cara ini sederhana, cocok digunakan untuk bisnis dengan data historis penjualan dan lead time yang relatif jelas.
2. Stok Cadangan Tetap
Stok Cadangan = Jumlah Hari × Penjualan Harian Rata−rata atau Maksimum
Metode ini lebih praktis karena Anda cukup menentukan berapa hari cadangan yang ingin disiapkan. Misalnya, jika ingin menyimpan stok aman untuk 10 hari, dengan rata-rata penjualan 9 unit dan maksimum 17 unit, maka stok cadangan berkisar antara 90–170 unit
3. Rumus Z-Score dan Deviasi Lead Time
Safety Stock=Z×σLT
Keterangan:
- Z = nilai Z-Score sesuai tingkat layanan yang diinginkan (contoh: 1,65 untuk 95%).
- σLT = standar deviasi lead time.
Rumus ini fokus pada variasi lead time. Cocok digunakan jika keterlambatan pemasok sering menjadi penyebab utama stockout.
4. Rumus Berbasis Periode Waktu
Metode ini memperhitungkan rata-rata permintaan harian dikalikan dengan periode waktu tertentu (misalnya lead time ditambah buffer hari). Dengan cara ini, stok pengaman dihitung berdasarkan estimasi kebutuhan nyata dalam periode tersebut, sehingga lebih dinamis mengikuti pola permintaan.
5. Rumus Greasley
Safety Stock = Z × σLT × Permintaan Rata−rata
Keterangan:
- Z = nilai Z-Score sesuai tingkat layanan yang diinginkan (contoh: 1,65 untuk 95%).
- σLT = standar deviasi lead time.
Rumus ini mengombinasikan faktor tingkat layanan, variasi lead time, dan rata-rata permintaan. Hasilnya lebih komprehensif, sehingga cocok untuk bisnis yang menghadapi fluktuasi baik dari sisi permintaan maupun lead time. Perhitungan ini juga sering menjadi bagian penting dalam sistem distribution requirement planning untuk memastikan stok di rantai pasok selalu terjaga.
Kelola Safety Stock Lebih Mudah dengan Software Inventory
Mengelola safety stock dengan cara manual seringkali bikin repot. Dari mulai menghitung rata-rata penjualan, memantau lead time, sampai memastikan stok tidak menumpuk berlebihan, semua itu memakan waktu dan rawan kesalahan. Di sinilah software inventaris EQUIP hadir untuk menyederhanakan proses tersebut.
Dengan EQUIP ERP, Anda bisa melihat pergerakan stok secara real-time hingga memperkirakan kebutuhan safety stock dengan lebih akurat. Sistemnya terintegrasi dengan modul lain seperti pembelian, penjualan, hingga keuangan, sehingga setiap keputusan terkait persediaan didukung oleh data yang menyeluruh. Coba demo gratis sekarang.
Berikut adalah fitur utama dalam software inventaris EQUIP ERP:
- Scan Barcode: Kemudahan proses stock opname dengan mobile apps yang dilengkapi QR/barcode scanner
- Expired Tracking: Dapatkan notifikasi real-time seputar informasi garansi dan masa kadaluarsa produk/bahan baku
- Easy to Use: Memiliki tampilan yang simple dan sistem yang bisa dikonfigurasi sesuai kebutuhan Perusahaan.
- Estimasi Persediaan Barang: Dapatkan update data ketersediaan stok barang secara real-time, kapan dan di mana saja dengan EQUIP
- Laporan Valid dan Lengkap: Hasilkan laporan valuasi inventaris barang secara detail dari berbagai gudang dan lokasi dalam hitungan detik
- Fleksibilitas UOM: Dapatkan detail mengenai rincian produk secara akurat dan lengkap dengan aplikasi stok barang EQUIP
Kesimpulan
Safety stock adalah strategi penting untuk menjaga kelancaran arus barang di gudang. Tanpa stok pengaman, risiko kekurangan barang bisa meningkat, yang pada akhirnya menghambat operasional dan mengecewakan pelanggan. Dengan perhitungan yang tepat, safety stock mampu melindungi bisnis dari ketidakpastian permintaan maupun keterlambatan pasokan.
Namun, menghitung safety stock bukan hanya soal angka, melainkan tentang memahami pola permintaan, lead time pemasok, hingga kesiapan gudang dalam menyimpan barang. Jika dikelola dengan baik, safety stock tidak hanya mencegah kerugian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus menjaga profitabilitas bisnis.
Untuk memudahkan semua proses tersebut, Anda bisa memanfaatkan software inventory EQUIP ERP. Sistem ini membantu bisnis mengelola persediaan secara lebih cerdas, otomatis, dan efisien, sehingga safety stock selalu terkontrol tanpa repot lagi. Dapatkan kesempatan demo gratis untuk bisa merasakan manfaatnya secara langsung.
FAQ tentang Rumus Safety Stock
Cara menghitung safety stock biasanya menggunakan rumus dasar: Safety Stock = (Maksimum Harian Pemakaian × Maksimum Lead Time) – (Rata-Rata Harian Pemakaian × Rata-Rata Lead Time). Rumus ini membantu bisnis menentukan jumlah stok pengaman dengan memperhitungkan variasi permintaan dan waktu tunggu pemasok.
Aturan safety stock 50% berarti perusahaan menyimpan stok pengaman sebesar setengah dari rata-rata kebutuhan persediaan. Misalnya, jika rata-rata penjualan harian adalah 200 unit, maka safety stock yang disiapkan adalah 100 unit. Aturan ini biasanya dipakai sebagai pendekatan sederhana untuk meminimalkan risiko kehabisan barang.
Dalam metode Economic Order Quantity (EOQ), safety stock dihitung terpisah dari jumlah pemesanan optimal. EOQ menentukan berapa banyak barang yang sebaiknya dipesan agar biaya persediaan minimal, sedangkan safety stock ditambahkan sebagai cadangan ekstra di luar perhitungan EOQ untuk mengantisipasi fluktuasi permintaan atau keterlambatan pasokan.