Di industri logistik, pencatatan keuangan perlu mengikuti alur operasional yang kompleks, seperti pengiriman bertahap, biaya variabel, dan perhitungan margin per rute. Jika masih mengandalkan pencatatan terpisah, tanpa software akuntansi logistik, dapat menyebabkan visibilitas keuangan per pengiriman jadi sulit dibaca secara utuh.
Software akuntansi logistik hadir untuk membantu menyatukan pencatatan biaya, pendapatan, dan laporan keuangan dalam satu sistem. Di artikel ini, kita bahas bagaimana software akuntansi logistik bekerja dan perannya dalam mendukung pengelolaan keuangan bisnis logistik yang lebih rapi dan terukur.
Key Takeaways
Software akuntansi logistik membantu mengelola penagihan multi-stop dan biaya operasional yang kompleks.
Fitur penting mencakup job costing per pengiriman dan integrasi sistem operasional logistik.
Sistem yang tepat memberi visibilitas arus kas real-time untuk keputusan rute dan harga.
Skalabilitas dan kemudahan integrasi penting agar sistem tetap relevan saat bisnis berkembang.
12 Rekomendasi Software Akuntansi Logistik Terbaik di Indonesia
| Software | Skala Bisnis | Fitur Utama |
| EQUIP | Perusahaan menengah hingga besar | Multi-warehouse, Inventory Tracking, Procurement, Full Accounting |
| Hashmicro | Bisnis menengah sampai besar | Automated SCM, Warehouse Management (WMS), Forecasting, Financial Reporting |
| Oracle NetSuite | Global / Enterprise | Global Supply Chain, Real-time Inventory, Demand Planning, Multi-currency |
| SAP Business One | Menengah sampai besar | MRP (Material Requirements Planning), Bin Management, Production, Audit-ready |
| Mekari Jurnal | UMKM hingga Menengah | Stok Barang Simpel, Laporan Keuangan, Integrasi POS, Faktur Otomatis |
| Accurate Online | UMKM sampai Menengah | Multi-gudang, Pencatatan Stok, Job Costing, Perpajakan Indonesia |
| MASERP | Kecil hingga menengah (online store) | Poin & reward, referral, VIP tier, integrasi Shopify |
| Deskera | Menengah hingga besar | Data pelanggan terpusat, integrasi POS, inventori real-time |
| Odoo | Semua skala bisnis | Open-source, Sangat Modular, WMS Canggih, Integrasi IoT/Barcode |
| Zahir Accounting | UMKM hingga bisnis menengah | Inventory Management, Laporan Keuangan Cepat, Analisa Bisnis |
| Acumatica | Bisnis menengah hingga besar | Cloud-native, Warehouse Management, Order Management, Tanpa biaya per-user |
| MS Dynamics 365 | Enterprise | Deep AI Integration, Global Logistics, Predictive Insights, Ecosystem Microsoft |
1. EQUIP
Software akuntansi logistik EQUIP ybanyak digunakan oleh perusahaan di Indonesia, termasuk di sektor logistik. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan berbagai proses operasional, seperti akuntansi, inventaris, dan manajemen aset, dalam satu sistem yang terpusat.
Pendekatan software akuntansi logistik terintegrasi ini memudahkan perusahaan logistik dalam mengelola aset kendaraan, pencatatan biaya operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi perpajakan lokal. Dengan fleksibilitas kustomisasi, sistem dapat disesuaikan dengan alur kerja perusahaan yang memiliki skala dan kebutuhan operasional berbeda-beda.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan logistik skala menengah hingga besar yang butuh integrasi menyeluruh.
Harga: Hubungi tim konsultan/ahli kami melalui WhatsApp atau isi form konsultasi gratis berikut.
2. HashMicro
HashMicro menyediakan solusi ERP berbasis cloud yang populer di kalangan perusahaan logistik di Asia Tenggara. Software ini menawarkan modul manajemen transportasi yang dapat diintegrasikan langsung dengan sistem keuangan, memungkinkan pemantauan biaya operasional armada secara real-time.
Selain pencatatan keuangan standar, HashMicro unggul dalam fitur manajemen inventaris yang mendukung sistem multi-warehouse. Hal ini sangat membantu perusahaan logistik yang mengelola gudang di berbagai lokasi untuk menjaga akurasi stok dan nilai aset secara terpusat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis logistik yang berkembang pesat dan butuh otomatisasi gudang.
Harga: Kunjungi website resmi vendor untuk tahu detail harganya.
3. Oracle NetSuite
Oracle NetSuite adalah pemimpin global dalam Cloud ERP yang menawarkan skalabilitas tanpa batas bagi perusahaan logistik multinasional. Fitur manajemen keuangannya sangat canggih, mencakup konsolidasi multi-entitas dan manajemen multi-mata uang yang vital bagi logistik ekspor-impor.
Sistem akuntansi logistik ini memungkinkan pelacakan pendapatan yang kompleks dan kepatuhan terhadap standar akuntansi internasional. Bagi perusahaan logistik yang berencana melakukan IPO atau ekspansi global, NetSuite menyediakan fondasi sistem yang kuat dan teruji.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan logistik skala enterprise atau multinasional.
Harga: Mulai dari sekitar $999 per bulan untuk lisensi dasar (belum termasuk user).
4. SAP Business One
SAP Business One (SAP B1) dirancang untuk membawa kekuatan proses bisnis kelas dunia ke segmen pasar menengah. Dalam konteks logistik, SAP B1 menawarkan kontrol yang sangat ketat terhadap rantai pasok dan integrasi keuangan, memastikan setiap pergerakan barang tercatat nilai ekonomisnya.
Keunggulan utamanya adalah stabilitas dan kemampuan audit trail yang sangat baik. Ini menjadikannya pilihan favorit bagi perusahaan logistik yang mengutamakan governance dan kontrol internal yang ketat dalam operasional keuangannya.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan logistik yang mengutamakan standarisasi proses global.
Harga: Lisensi perpetual mulai dari kisaran $3.200 per user (profesional).
5. Mekari Jurnal
Mekari Jurnal adalah solusi akuntansi berbasis cloud yang sangat populer di Indonesia, terutama bagi UKM logistik. Keunggulannya terletak pada kemudahan penggunaan dan fitur otomatisasi bank yang mempercepat proses rekonsiliasi transaksi harian.
Meskipun bukan ERP penuh, Jurnal menyediakan fitur tagging yang bisa dimanfaatkan untuk melacak profitabilitas per proyek atau armada secara sederhana. Ini adalah solusi tepat bagi bisnis logistik pemula yang ingin beralih dari pembukuan manual ke digital dengan cepat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: UKM logistik, ekspedisi perorangan, atau startup logistik.
Harga: Mulai dari Rp 359.000 per bulan.
6. Accurate Online
Accurate Online telah lama menjadi standar software akuntansi di Indonesia dengan fitur yang sangat sesuai dengan PSAK. Untuk bisnis logistik, Accurate menawarkan fitur multi-cabang dan multi-gudang yang memudahkan pengelolaan keuangan dari berbagai titik operasional.
Sistem ini juga memiliki modul aset tetap yang cukup mumpuni untuk mendata armada kendaraan dan menghitung penyusutannya secara otomatis. Dukungan komunitas pengguna yang besar juga memudahkan staf admin untuk mempelajari software ini.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis logistik skala kecil hingga menengah yang butuh kepraktisan.
Harga: Mulai dari Rp 277.500 per bulan.
7. MASERP
MASERP menawarkan solusi hybrid cloud yang unik, memberikan fleksibilitas akses cloud dengan keamanan server lokal. Software ini dapat dikustomisasi secara mendalam untuk kebutuhan distributor dan logistik, seperti pengaturan rute pengiriman dan insentif supir.
Keunggulan MASERP adalah kemampuannya menangani volume transaksi besar tanpa mengorbankan kecepatan. Bagi perusahaan logistik yang memiliki alur kerja spesifik dan tidak bisa diakomodasi software paket, MASERP bisa menjadi alternatif yang kuat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan distribusi dan logistik menengah dengan alur kerja unik.
Harga: Hubungi vendor (bervariasi tergantung modul dan user).
8. Deskera
Deskera hadir sebagai platform all-in-one yang menggabungkan akuntansi, CRM, dan HR dalam satu aplikasi yang mulus. Untuk perusahaan logistik, integrasi ini berarti data penjualan, biaya operasional, dan gaji karyawan (termasuk supir) terhubung dalam satu database.
Aplikasi mobile Deskera sangat powerful, memungkinkan tim lapangan untuk membuat faktur atau mencatat pengeluaran langsung dari jalan. Ini sangat membantu mengurangi tumpukan administrasi kertas yang sering menjadi masalah di operasional logistik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis logistik modern yang mobile-first.
Harga: Mulai dari Rp 300.000-an per user/bulan.
9. Odoo
Odoo adalah ERP open-source yang sangat modular, memungkinkan perusahaan logistik untuk memulai dari modul akuntansi dan menambah modul fleet management atau warehouse sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadikannya favorit bagi perusahaan yang ingin membangun sistem sesuai pace pertumbuhan mereka.
Karena sifatnya yang open-source, Odoo memiliki ribuan modul pihak ketiga yang dikembangkan komunitas, termasuk modul spesifik logistik. Namun, implementasi yang sukses biasanya memerlukan bantuan partner teknis yang kompeten.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis logistik yang butuh fleksibilitas modular dan skalabilitas.
Harga: Gratis untuk satu aplikasi, berbayar mulai dari $7.25 per user/bulan (standar).
10. Zahir Accounting
Zahir Accounting adalah pemain lama yang terpercaya di Indonesia dengan antarmuka yang sangat visual dan mudah dipahami. Software ini cocok untuk pengusaha logistik yang ingin melihat kesehatan bisnisnya melalui grafik dan dashboard interaktif tanpa perlu mendalami istilah akuntansi rumit.
Zahir memiliki fitur pengelolaan persediaan dan proyek yang cukup untuk menangani kebutuhan logistik skala kecil hingga menengah. Kemudahan penggunaannya meminimalkan waktu pelatihan bagi staf administrasi baru.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis logistik kecil-menengah yang mengutamakan kemudahan visual.
Harga: Mulai dari Rp 2.000.000-an per tahun (tergantung paket).
11. Acumatica
Acumatica adalah Cloud ERP yang lahir di era digital, menawarkan aksesibilitas luar biasa melalui browser apa pun. Untuk industri logistik, Acumatica menyediakan modul distribusi yang kuat yang terintegrasi penuh dengan keuangan, memungkinkan pelacakan biaya dan profitabilitas secara real-time.
Model lisensi unik Acumatica yang tidak membatasi jumlah pengguna (unlimited users) sangat menguntungkan bagi perusahaan logistik yang memiliki banyak staf operasional yang perlu mengakses sistem tanpa biaya tambahan per user.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan logistik menengah-besar dengan banyak pengguna sistem.
Harga: Hubungi vendor (berdasarkan penggunaan resource).
12. Microsoft Dynamics 365
Microsoft Dynamics 365 menggabungkan kemampuan ERP dan CRM dengan kekuatan AI dari ekosistem Microsoft. Bagi perusahaan logistik yang sudah nyaman dengan lingkungan Microsoft (Office 365, Azure), ini adalah pilihan integrasi yang paling logis dan mulus.
Fitur Supply Chain Management-nya menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi gangguan pasokan dan mengoptimalkan rute, yang secara langsung berdampak pada efisiensi biaya logistik. Ini adalah solusi high-end untuk operasional yang kompleks.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan logistik enterprise yang menggunakan ekosistem Microsoft.
Harga: Mulai dari $70 per user/bulan (untuk modul Finance).
Fitur Wajib dalam Software Akuntansi untuk Industri Logistik
Memilih software akuntansi untuk bisnis logistik tidak cukup hanya melihat fitur pembukuan dasar. Sistem yang dibutuhkan harus mampu mengikuti aktivitas harian, seperti mencatat biaya per armada dan memastikan penagihan berjalan rapi.
Inti dari software akuntansi logistik ada pada detail data yang bisa langsung dipakai untuk pengambilan keputusan. Sistem ideal mampu melacak biaya per perjalanan, mengotomatisasi pencatatan, dan terhubung dengan sistem operasional lain agar keuangan lebih mudah dikontrol.
Manajemen Faktur & Penagihan Otomatis
Fitur ini memungkinkan pembuatan invoice massal berdasarkan data pengiriman yang telah selesai, lengkap dengan lampiran POD (Proof of Delivery) digital jika diperlukan, mempercepat siklus penagihan.
Pelacakan Biaya Real-time
Kemampuan untuk mencatat pengeluaran jalan (uang jalan) saat itu juga, seringkali melalui aplikasi mobile, agar manajemen memiliki gambaran biaya yang aktual tanpa menunggu supir kembali ke kantor.
Manajemen Anggaran & Perkiraan
Alat untuk menyusun budget operasional per armada atau rute dan membandingkannya dengan realisasi, membantu mengidentifikasi pemborosan bahan bakar atau biaya maintenance yang tidak wajar.
Rekonsiliasi Bank Otomatis
Menghubungkan akun bank perusahaan dengan software untuk mencocokkan transaksi masuk dan keluar secara otomatis, menghemat waktu tim finance di akhir bulan.
Laporan Keuangan Mendalam
Laporan laba rugi per divisi, per armada, atau bahkan per pelanggan. Laporan laba rugi penting untuk mengevaluasi kontrak mana yang perlu dinegosiasikan ulang atau dihentikan.
Integrasi dengan Sistem Manajemen Transportasi (TMS)
Sinkronisasi data otomatis antara operasional pengiriman dan keuangan, menghilangkan duplikasi data dan memastikan angka di laporan keuangan mencerminkan realitas di lapangan.
Bagaimana Cara Memilih Software Akuntansi Logistik yang Tepat?
Memilih software akuntansi logistik perlu dimulai dari memahami alur kerja keuangan yang sudah berjalan. Dengan memetakan proses penagihan, pencatatan biaya, dan pelaporan, Anda bisa melihat kebutuhan mana yang paling perlu dibenahi.
Setelah itu, fokuskan evaluasi pada kemampuan sistem untuk mengikuti pertumbuhan bisnis dan terhubung dengan sistem lain. Integrasi dengan TMS atau WMS penting agar data mengalir rapi tanpa input manual yang berulang.
Identifikasi Kebutuhan Spesifik Bisnis Anda
Apakah Anda fokus pada freight forwarding, trucking, atau pergudangan? Setiap sub-sektor memiliki kebutuhan unik. Misalnya, trucking butuh manajemen aset kendaraan yang kuat, sementara forwarding butuh fitur multi-currency.
Pertimbangkan Skalabilitas dan Fleksibilitas
Pilih software yang bisa menangani peningkatan volume transaksi tanpa lag. Pastikan juga sistem tersebut fleksibel untuk menambah user atau modul baru seiring pertumbuhan armada Anda.
Evaluasi Kemudahan Penggunaan dan Dukungan Teknis
Software tercanggih pun percuma jika tim Anda sulit menggunakannya. Cari yang antarmukanya intuitif dan pastikan vendor menyediakan dukungan teknis lokal yang responsif (terutama jika operasional Anda 24/7).
Periksa Opsi Integrasi
Pastikan software memiliki API terbuka atau plugin siap pakai untuk terhubung dengan software lain yang Anda gunakan, seperti GPS tracking, payroll, atau e-commerce marketplace.
Sesuaikan dengan Anggaran
Hitung Total Cost of Ownership (TCO), bukan hanya harga beli awal. Pertimbangkan biaya implementasi, pelatihan, maintenance tahunan, dan potensi biaya upgrade di masa depan.
Kesimpulan
Pengelolaan keuangan di bisnis logistik membutuhkan pendekatan yang lebih spesifik dibandingkan industri lain, terutama karena biaya dan pendapatan sering tersebar di banyak titik pengiriman. Software akuntansi logistik membantu menyatukan pencatatan tersebut agar perhitungan margin dan laporan keuangan bisa dibaca lebih jelas.
Dari berbagai pendekatan yang dibahas, terlihat bahwa solusi akuntansi yang dirancang mengikuti alur operasional logistik cenderung lebih relevan dibandingkan sistem generik. Perbedaan skala bisnis, volume pengiriman, dan kebutuhan integrasi membuat setiap perusahaan perlu menyesuaikan pilihan sistemnya.
Pada akhirnya, penggunaan software akuntansi di industri logistik bukan hanya soal otomatisasi, tetapi soal membangun fondasi pencatatan keuangan yang rapi dan berkelanjutan. Dengan sistem yang tepat, data keuangan bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan sekadar laporan akhir periode.
FAQ tentang Software Akuntansi Logistik
Software akuntansi logistik adalah sistem keuangan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri transportasi dan logistik, mencakup fitur seperti pelacakan biaya per pengiriman, manajemen armada, dan penagihan yang kompleks.
Harga bervariasi mulai dari Rp 200.000-an per bulan untuk solusi cloud UKM, hingga ribuan dolar untuk solusi ERP enterprise. Harga biasanya bergantung pada jumlah pengguna, fitur yang dibutuhkan, dan kompleksitas implementasi.
Software umum biasanya hanya mencatat debit/kredit standar. Software khusus logistik memiliki fitur mendalam seperti perhitungan profitabilitas per rute/truk, integrasi POD (Proof of Delivery) ke invoice, dan manajemen biaya operasional kendaraan.
Dengan memberikan visibilitas real-time terhadap pengeluaran, software ini membantu mengidentifikasi rute yang tidak menguntungkan, pemborosan bahan bakar, dan biaya maintenance yang berlebihan, sehingga manajemen bisa mengambil tindakan korektif segera.
Ya, banyak software akuntansi logistik modern (terutama level ERP seperti EQUIP atau HashMicro) dapat diintegrasikan dengan sistem GPS untuk memverifikasi jarak tempuh dan penggunaan bahan bakar secara otomatis.
Tantangan utama biasanya ada pada migrasi data dan adaptasi staf. Namun, dengan vendor yang menyediakan dukungan pelatihan dan implementasi yang baik, proses transisi ini bisa berjalan lancar dalam beberapa minggu hingga bulan.



