Pengertian Goodwill dalam Akuntansi beserta Cara Menghitungnya

Istilah goodwill merupakan hal yang sering muncul dalam pembahasan mengenai akuntansi. Dalam penggunaannya, istilah ini sangat penting karena dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan meningkatkan nilai pasar suatu perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan berinvestasi dalam membangun dan memelihara goodwill mereka.

Untuk memaksimalkannya, Anda perlu melakukannya dengan benar dan sesuai dengan tahapan-tahapannya. Tahapan ini juga perlu kecakapan dalam pemahaman rumus yang ada. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penjelasan mengenai goodwill secara lengkap.

DemoGratis

Pengertian Goodwill 

Goodwill menjelaskan mengenai reputasi, citra merek, hubungan pelanggan, keahlian manajerial, dan keunggulan kompetitif lainnya yang dimiliki oleh perusahaan. Singkatnya, adalah nilai aset tak berwujud yang perusahaan miliki. Goodwill merupakan bagian dari ekuitas perusahaan dan dapat muncul sebagai hasil dari akuisisi atau merger.

Istilah ini dalam penggunaannya tidak memiliki nilai buku atau harga pasar yang tetap, dan nilainya dapat berfluktuasi seiring berjalannya waktu. Penghitungan dan evaluasi mengenai hal tersebut secara teratur terdapat di dalam laporan keuangan perusahaan. Tidak hanya itu, perusahaan dapat melakukan penurunan nilai jika terdapat indikasi bahwa tidak lagi memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Kenali 10 Prinsip Dasar Akuntansi di Indonesia

Manfaat Goodwill

goodwill

Terdapat beberapa alasan mengapa perlu menerapkan istilah ini dalam bisnis. Tidak hanya keuntungan internal perusahaan, tetapi juga keuntungan eksternal yang akan Anda dapatkan. Simak manfaat dari penerapan goodwill berikut ini!

1. Mendapatkan penghasilan dari penjualan perusahaan

Goodwill dapat menunjukkan kepada calon pembeli bahwa perusahaan memiliki reputasi yang baik dan memiliki posisi yang kuat di pasar. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai aset perusahaan karena mencerminkan nilai tambah dari merek. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan dari calon pembeli dan mempercepat proses penjualan.

2. Mempercepat layanan pelanggan 

Cepatnya layanan pelanggan pada dasarnya bergantung pada kuatnya loyalitas pelanggan yang terbangun. Dengan menggunakan ini, bisnis dapat membangun loyalitas pelanggan yang kuat. Tidak hanya itu, dengan kombinasi software CRM semakin memperkuat koneksi dengan pelanggan sehingga perusahaan dapat mempercepat layanan pelanggan.

3. Mengefisienkan jumlah tenaga kerja

Setiap bisnis pasti memiliki keinginan untuk memiliki jumlah tenaga yang sesuai dengan beban pekerjaan. Hal ini berguna untuk mengurangi biaya yang berlebih untuk pekerjaan yang sebetulnya tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, efisiensi tersebut akan tercapai dengan goodwill yang efisien.

Amortisasi Goodwill

Amortisasi goodwill adalah suatu proses akuntansi yang berguna untuk mengalokasikan nilai goodwill suatu perusahaan ke dalam periode tertentu.  Istilah ini memiliki arti sebagai nilai ketika suatu perusahaan membeli perusahaan lain dengan harga yang lebih tinggi dari nilai aset dan liabilitas bersih perusahaan tersebut. Maka dari ini, amortisasi ini memiliki efek negatif pada laba bersih perusahaan karena hal ini dapat mengurangi pendapatan perusahaan setiap tahunnya.

Pengakuan goodwill sebagai aset tidak berwujud terjadi karena nilai-nilai seperti merek dagang, reputasi, atau hubungan pelanggan tidak terlihat secara fisik, tetapi masih memiliki nilai ekonomi. Namun, karena tidak memiliki wujud fisik, maka nilai aset ini biasanya akan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, perusahaan akan melakukan amortisasi dengan mengalokasikan biaya ke dalam laporan keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu.

Rumus Goodwill

Untuk memudahkan dalam penghitungannya, goodwill menggunakan sebuah rumus yang cukup sederhana. Rumus ini dapat berguna untuk mengurangi kesalahan dalam penghitungan. Untuk itu, perlu Anda simak rumus berikut ini!

Goodwill = harga pembelian bersih-nilai wajar aset bersih

Harga pembelian bersih (net purchase price) adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan untuk membeli saham mayoritas atau semua bisnis dari perusahaan target. Sedangkan, nilai wajar aset bersih (fair value of net assets) adalah nilai pasar dari semua aset dan kewajiban perusahaan target pada saat pembelian. 

Secara umum, rumus goodwill adalah menghitung nilai aset tidak berwujud yang diperoleh oleh perusahaan pembeli. Hal ini tentunya setelah pengurangan nilai wajar aset bersih perusahaan target pada saat pembelian. Nilai tersebut kemudian akan diakui sebagai aset di neraca perusahaan pembeli. 

Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Invoice Terbaik untuk Bisnis UKM

Langkah-langkah untuk Menilai Goodwill Perusahaan

Setelah memahami rumus penghitungannya, langkah selanjutnya adalah memahami tahapan-tahapan untuk menilainya dalam perusahaan. Langkah-langkah ini memiliki tahapan yang harus sesuai dengan urutan agar lebih efisien. Untuk itu, simak mengenai langkah-langkahnya berikut ini!

1. Cari nilai buku dari aset perusahaan

Untuk menilai, perlu mengetahui nilai buku dari semua aset perusahaan target pada saat akuisisi atau pembelian saham mayoritas. Setelah itu, perlu membandingkan nilai buku dengan nilai pasar atau nilai wajar dari aset tersebut. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah target memiliki nilai lebih yang bisa diakui sebagai goodwill.

2. Buat penyesuaian aset

Nilai pasar atau nilai wajar seharusnya sesuai dengan nilai aset perusahaan target. Oleh karena itu, penyesuaian aset merupakan bagian penting dalam proses menilainya. Dengan melakukan penyesuaian aset yang tepat, perusahaan pembeli dapat memperoleh informasi yang akurat tentang nilai aset perusahaan target dan dapat menilai goodwill dengan lebih tepat. 

3. Determinasi nilai wajar aset perusahaan

Nilai wajar aset perusahaan adalah harga oleh perusahaan jika menjual asetnya di pasar bebas pada saat tertentu. Untuk menentukan nilai wajar aset perusahaan, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan seperti metode biaya, pendapatan, dan pasar. Setelah menentukannya, nilai tersebut berguna untuk menghitung nilai wajar aset bersih perusahaan target pada saat akuisisi atau pembelian saham mayoritas.

4. Hitung total bersih aset

Total bersih aset merupakan selisih antara total nilai wajar aset dan kewajiban. Total bersih aset ini berguna dalam proses menilai goodwill karena sebagai selisih antara harga pembelian perusahaan target dan total bersih aset perusahaan target. Setelah penghitungan total bersih aset perusahaan target, nilai ini berguna untuk menghitung dengan cara mengurangi harga pembelian perusahaan target dengan total bersih aset perusahaan target.

Accounting

Kesimpulan

Goodwill dapat memberikan manfaat bagi perusahaan seperti mendapatkan penghasilan dari penjualan perusahaan, mempercepat layanan pelanggan, dan menurunkan jumlah tenaga kerja. Untuk menghitungnya, perusahaan perlu melakukan amortisasi dan mengikuti rumus yang sesuai. Anda dapat menggunakan software untuk membantu mengatasi hal tersebut, seperti software akuntansi EQUIP yang memiliki dapat mengelola keuangan dan menghitung nilai dengan lebih efisien.

Selain itu, software tersebut menyediakan fitur untuk menghitung nilai aset perusahaan, yang dapat membantu dalam proses penilaiannya. Dengan begitu, perusahaan dapat memiliki akses ke informasi keuangan yang akurat dan terkini, serta dapat menghemat waktu dan tenaga dalam proses menghitung. Coba demo gratis dari kami untuk menerapkannya!

Ahmad Yusuf
Ahmad Yusuf
A highly creative and results-oriented individual with a knack for creating engaging content that drives impact.

Artikel Terkait

Baca Juga

Coba Gratis Software EQUIP

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan konsultan ahli kami dan dapatkan demonya! GRATIS!

Ingin respon lebih cepat?

Hubungi kami lewat Whatsapp

Icon EQUIP

Gabriella
Balasan dalam 1 menit

Gabriella
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami.
628111775117
×

Gabriella

Active Now

Gabriella

Active Now