Contoh Form Reimbursement:Template Word, Excel & PDF Siap Download 2026

Contoh Form Reimbursement: Template Word, Excel & PDF Siap Download 2026

Contoh Form Reimbursement: Template Word, Excel & PDF Siap Download 2026

Pengajuan reimbursement yang tidak rapi bisa membuat proses verifikasi lambat, bukti transaksi tercecer, dan pencatatan biaya jadi kurang akurat. Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan format form yang jelas agar setiap klaim lebih mudah dicek dan disetujui.

Artikel ini menyediakan 3 template form reimbursement siap download dalam format Excel, Word, dan PDF, lengkap dengan panduan kebijakan dan aspek pajak yang perlu diperhatikan.

Key Takeaways

Form reimbursement adalah dokumen standar untuk mengajukan penggantian biaya pribadi demi urusan bisnis.

Komponen pentingnya meliputi identitas karyawan, rincian biaya, tanggal, bukti transaksi, dan alur persetujuan.

Proses manual seringkali lambat, rentan terhadap human error, sulit dilacak, dan berisiko fraud.

Form reimbursement manual rentan error, proses pengajuan lambat, dan pembayaran seringkali tertunda.

Daftar Isi

Apa Itu Form Reimbursement?

Form reimbursement adalah dokumen standar yang digunakan karyawan untuk mengajukan penggantian biaya pribadi yang sudah dikeluarkan untuk keperluan bisnis. Dalam praktik sehari-hari, proses ini juga sering disebut reimburse atau rembes oleh karyawan.

Formulir ini berfungsi sebagai permintaan resmi sekaligus catatan akuntansi untuk setiap transaksi pengeluaran. Dengan form yang terstandarisasi, tim finance dapat memverifikasi bukti, menyetujui klaim, dan memproses penggantian biaya dengan alur yang lebih jelas.

Manfaat Form Reimbursement bagi Perusahaan dan Karyawan

Form reimbursement sangat penting karena berfungsi sebagai instrumen kontrol keuangan, memastikan transparansi, dan menyederhanakan proses audit. Tanpa formulir yang tidak sesuai, perusahaan berisiko mengalami pembengkakan biaya yang tidak terkontrol dan kesulitan melacak pengeluaran operasional secara akurat.

Penggunaan form yang konsisten membantu perusahaan memvalidasi setiap pengeluaran dan memastikan semuanya sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai poin-poin penting yang perlu diperhatikan.

1. Menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan

Form ini menciptakan jejak audit yang jelas untuk setiap pengeluaran yang dilakukan atas nama perusahaan. Ini memastikan bahwa setiap dana yang keluar dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya oleh karyawan yang bersangkutan dan disetujui oleh manajer berwenang.

2. Memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan

Dengan mewajibkan pengisian form, perusahaan dapat secara konsisten menerapkan kebijakan internal terkait pengeluaran. Misalnya, kebijakan mengenai batas maksimal biaya makan, kelas transportasi, atau jenis akomodasi yang diizinkan selama perjalanan dinas.

3. Menyederhanakan proses audit dan pelaporan pajak

Saat audit, form reimbursement beserta bukti pendukungnya menjadi dokumen utama untuk memverifikasi pengeluaran bisnis. Menurut Direktorat Jenderal Pajak, data yang terstruktur memudahkan perusahaan menyusun laporan pajak dan mengklaim biaya yang dapat menjadi pengurang pajak (tax-deductible).

4. Mencegah potensi penyalahgunaan dan fraud

Proses verifikasi yang mewajibkan lampiran bukti transaksi asli dapat meminimalisir risiko klaim fiktif atau penggelembungan biaya. Alur persetujuan berjenjang juga menambah lapisan kontrol untuk mencegah pengeluaran yang tidak wajar atau melanggar kebijakan.

5. Dasar untuk analisis dan kontrol anggaran

Data yang terkumpul dari form reimbursement memberikan wawasan berharga mengenai pola pengeluaran operasional. Manajemen dapat menganalisis biaya per departemen, per proyek, atau per kategori untuk membuat perencanaan anggaran yang lebih akurat di masa depan.

Baca juga: Permudah Proses Akuntansi dengan Aplikasi Keuangan Perusahaan

Komponen Wajib dalam Form Reimbursement yang Efektif

Sebuah form reimbursement yang efektif harus memuat informasi yang lengkap dan jelas untuk memfasilitasi proses verifikasi dan pencatatan tanpa hambatan. Setiap kolom harus memiliki tujuan spesifik untuk memastikan tidak ada data penting yang terlewat dalam prosesnya.

Kelengkapan informasi ini sangat penting untuk menghindari pertanyaan bolak-balik antara karyawan, manajer, dan tim keuangan yang dapat memperlambat proses. Berikut adalah komponen-komponen kunci yang tidak boleh terlewat dalam sebuah form reimbursement.

1. Informasi identitas karyawan

Bagian ini mencakup nama lengkap, nomor identifikasi karyawan (NIK), dan departemen atau divisi tempat karyawan bekerja. Informasi ini penting untuk memastikan penggantian biaya diproses ke orang dan departemen yang tepat.

2. Tanggal transaksi dan tanggal pengajuan

Tanggal transaksi menunjukkan kapan biaya tersebut dikeluarkan, sementara tanggal pengajuan menunjukkan kapan klaim diajukan. Perbedaan waktu antara keduanya penting untuk memastikan karyawan mematuhi batas waktu pengajuan klaim yang ditetapkan dalam kebijakan.

3. Deskripsi rinci setiap pengeluaran

Setiap item klaim harus memiliki deskripsi yang jelas, misalnya “Makan siang dengan Klien PT. ABC” atau “Transportasi dari bandara ke hotel”. Deskripsi ini memberikan konteks yang diperlukan untuk proses persetujuan oleh manajer dan keperluan audit di kemudian hari.

4. Kategori biaya (transportasi, akomodasi, konsumsi, dll.)

Mengelompokkan pengeluaran ke dalam kategori yang telah ditentukan sangat membantu tim keuangan dalam proses analisis. Ini memudahkan proses pembukuan dan analisis tren pengeluaran per kategori untuk perencanaan anggaran yang lebih baik.

5. Jumlah total dan rincian per item

Formulir harus mencantumkan jumlah biaya untuk setiap item secara terpisah dan total keseluruhan dari semua klaim yang diajukan. Pastikan untuk menyertakan mata uang jika transaksi dilakukan di luar negeri agar tidak terjadi kesalahan konversi.

6. Lampiran bukti pembayaran asli (kuitansi, struk, faktur)

Ini adalah komponen paling krusial untuk validasi, karena setiap klaim harus didukung oleh bukti pembayaran yang sah. Dalam format digital, bukti ini bisa berupa foto atau pindaian dari struk asli yang diunggah ke sistem.

7. Kolom tanda tangan dan persetujuan berjenjang

Formulir harus menyediakan ruang untuk tanda tangan karyawan yang mengajukan, manajer langsung, dan departemen keuangan. Tanda tangan ini berfungsi sebagai bukti bahwa klaim telah diverifikasi dan disetujui di setiap level yang diperlukan.

Contoh Form Reimbursement Sederhana yang Bisa Diadaptasi

Berikut adalah contoh template dasar form reimbursement yang dapat Anda gunakan sebagai referensi awal. Template ini mencakup semua komponen esensial yang telah dibahas sebelumnya untuk memastikan kelengkapan data.

Anda dapat mengadaptasi format ini ke dalam spreadsheet seperti Excel atau Google Sheets untuk penggunaan awal. Namun, perlu diingat bahwa proses manual masih memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi, pelacakan status, dan analisis data strategis.

form reimbursement

Perbandingan Proses Reimbursement Manual vs Sistem

Perbedaan utama antara proses reimbursement manual dan sistem digital terlihat dari cara bukti dikumpulkan, klaim diverifikasi, hingga data direkonsiliasi oleh tim finance. Berikut gambaran sederhananya:

Proses Manual Menggunakan Sistem
Pengumpulan Bukti: Struk fisik mudah hilang, rusak, atau tercecer sebelum diserahkan ke finance. Pengumpulan Bukti: Bukti transaksi bisa diunggah langsung dalam bentuk foto atau file digital.
Verifikasi Manager: Persetujuan sering tertunda karena bergantung pada tanda tangan atau email manual. Verifikasi Manager: Approval bisa dilakukan melalui sistem dengan status yang mudah dilacak.
Rekonsiliasi Finance: Tim finance perlu mencocokkan data klaim, bukti, dan pembayaran satu per satu. Rekonsiliasi Finance: Data klaim sudah tersimpan rapi dan lebih mudah dicocokkan dengan laporan keuangan.
Risiko Duplikasi: Klaim ganda lebih sulit dideteksi jika data tersebar di banyak spreadsheet. Risiko Duplikasi: Sistem dapat membantu menandai klaim dengan nomor bukti atau nominal yang sama.
Total Durasi: Proses bisa memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung kelengkapan dokumen. Total Durasi: Proses dapat berjalan lebih cepat karena pengajuan, approval, dan pencatatan ada dalam satu alur.

Aspek Pajak Reimbursement yang Perlu Diperhatikan

Selain format dan alur persetujuan, perusahaan juga perlu memahami perlakuan pajak atas reimbursement. Hal ini penting karena tidak semua penggantian biaya memiliki perlakuan yang sama. Perusahaan perlu melihat tujuan transaksi, pihak yang menerima pembayaran, bukti pendukung, dan apakah biaya tersebut benar-benar berkaitan dengan kegiatan usaha.

Apakah Reimbursement Kena Pajak?

Secara umum, reimbursement kepada karyawan untuk pengeluaran bisnis yang sah dan didukung bukti transaksi biasanya diperlakukan sebagai penggantian biaya, bukan tambahan penghasilan. Contohnya adalah biaya transportasi untuk kunjungan klien, biaya akomodasi perjalanan dinas, atau pembelian kebutuhan operasional yang dibayar lebih dulu oleh karyawan.

Namun, perusahaan tetap perlu berhati-hati. Jika reimbursement diberikan tanpa bukti yang jelas, tidak sesuai kebijakan, atau sebenarnya bersifat fasilitas pribadi, perlakuan pajaknya bisa berbeda. Dalam konteks penggantian atau imbalan yang berkaitan dengan pekerjaan, perusahaan dapat merujuk pada PMK Nomor 66 Tahun 2023 tentang perlakuan Pajak Penghasilan atas natura dan/atau kenikmatan.

Aturan PPh 23

PPh 23 perlu diperhatikan jika reimbursement berkaitan dengan pembayaran kepada pihak ketiga, terutama vendor badan usaha yang memberikan jasa tertentu. Dalam praktiknya, pajak ini bukan dipotong dari karyawan sebagai penerima reimbursement, melainkan dari pihak penyedia jasa jika transaksi tersebut termasuk objek PPh 23.

Merujuk pada ketentuan PPh 23, imbalan atas jasa tertentu dapat dikenakan tarif 2% dari jumlah bruto imbalan jasa. Dasar regulasinya mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang memperbarui ketentuan Pajak Penghasilan, sedangkan daftar jenis jasa yang menjadi objek PPh 23 diatur lebih teknis dalam PMK 141/PMK.03/2015.

Komponen Ilustrasi
Nilai klaim yang diajukan karyawan Rp1.000.000
Jenis transaksi Pembayaran jasa vendor badan yang termasuk objek PPh 23
Tarif PPh 23 2%
Ilustrasi PPh 23 2% x Rp1.000.000 = Rp20.000
Catatan Perusahaan perlu memastikan bukti transaksi, identitas vendor, dan bukti potong sesuai ketentuan pajak.

Koreksi Fiskal

Koreksi fiskal bisa terjadi jika biaya reimbursement tidak memenuhi syarat sebagai biaya usaha. Misalnya, tidak ada bukti transaksi, pengeluaran tidak berkaitan dengan kegiatan bisnis, atau klaim melebihi batas yang ditetapkan perusahaan tanpa alasan yang jelas.

Agar biaya reimbursement lebih aman saat pemeriksaan pajak, perusahaan perlu menyimpan form pengajuan, bukti pembayaran, approval manager, serta dokumen pendukung lain secara rapi. Dengan dokumentasi yang lengkap, tim finance lebih mudah membuktikan bahwa biaya tersebut memang dikeluarkan untuk kepentingan operasional perusahaan dan bukan pengeluaran pribadi karyawan.

SOP & Kebijakan Reimbursement: Panduan Menyusun yang Adil

Form reimbursement yang baik tidak akan efektif tanpa didukung oleh kebijakan yang jelas, adil, dan dikomunikasikan dengan baik. Kebijakan ini berfungsi sebagai panduan utama yang mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh diklaim oleh karyawan.

Kebijakan yang tegas dapat mencegah kesalahpahaman, mengurangi jumlah klaim yang ditolak, dan memastikan perlakuan yang adil bagi semua karyawan. Berikut adalah langkah-langkah kunci untuk menyusun kebijakan reimbursement yang efektif.

1. Tentukan jenis biaya yang dapat diklaim (eligible expenses)

Buat daftar spesifik mengenai pengeluaran apa saja yang ditanggung perusahaan, seperti biaya transportasi, akomodasi, dan makan. Jelaskan juga pengeluaran yang tidak ditanggung, seperti mini-bar hotel atau layanan hiburan pribadi.

2. Tetapkan batas maksimum (limit) untuk setiap kategori

Tentukan batas atas yang wajar untuk setiap kategori pengeluaran untuk mengendalikan anggaran secara efektif. Misalnya, tetapkan pagu harian untuk biaya makan atau batas kelas penerbangan yang diizinkan untuk perjalanan dinas.

3. Jelaskan prosedur pengajuan dan alur persetujuan

Uraikan langkah-langkah yang harus diikuti karyawan, mulai dari cara mengisi form hingga kepada siapa form harus diserahkan. Gambarkan juga alur persetujuan dari manajer hingga tim keuangan untuk menciptakan transparansi.

4. Tentukan batas waktu pengajuan klaim

Tetapkan aturan yang jelas mengenai kapan klaim harus diajukan, misalnya paling lambat 14 hari setelah transaksi dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan pembukuan keuangan perusahaan selalu up-to-date dan akurat.

5. Sosialisasikan kebijakan secara menyeluruh

Pastikan setiap karyawan memahami kebijakan ini dengan baik, terutama karyawan baru dan mereka yang sering melakukan perjalanan dinas. Simpan dokumen kebijakan di lokasi yang mudah diakses, seperti portal internal atau database karyawan terpusat.

Perubahan Cara Perusahaan Mengelola Pengajuan Reimbursement

Sebelumnya, pengajuan reimbursement sering berjalan lambat karena masih mengandalkan proses manual. Karyawan harus mengisi formulir, melampirkan bukti fisik, lalu menunggu persetujuan berlapis. Kondisi ini membuat proses tidak efisien dan rawan kesalahan pencatatan.

Saat ini, banyak perusahaan mulai beralih ke sistem digital agar proses reimbursement lebih terstruktur. Pancaran Group menjadi salah satu contoh perusahaan yang mengadopsi sistem HRIS terintegrasi untuk mengelola pengajuan biaya karyawan. Melalui sistem ini, karyawan dapat mengajukan klaim langsung secara online dengan alur yang jelas.

Penggunaan aplikasi HRIS membantu tim HR dan keuangan Pancaran Group mempercepat proses verifikasi. Data klaim tercatat otomatis dan dapat dipantau secara real time. Persetujuan pun berjalan lebih cepat karena sistem langsung meneruskan pengajuan ke pihak terkait.

Hasilnya, proses reimbursement menjadi lebih transparan dan mudah dikontrol. Waktu pencairan dana lebih singkat dan tingkat kepuasan karyawan meningkat. Dari sisi perusahaan, software HRIS untuk manajemen SDM membantu menjaga akurasi anggaran sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Otomatisasi: Solusi Modern untuk Manajemen Reimbursement

Tahukah Anda bahwa proses reimbursement manual dapat menghabiskan hingga 20 menit per klaim? Proses yang mengandalkan kertas dan spreadsheet ini tidak hanya lambat, tetapi juga rentan terhadap human error, dan sulit untuk dilacak secara efisien.

Otomatisasi melalui aplikasi HRIS terintegrasi menawarkan solusi modern untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan sistem otomatis, seluruh alur kerja dari pengajuan hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital, cepat, dan transparan.

1. Pengajuan klaim via mobile dengan mudah

Karyawan dapat langsung mengambil foto struk menggunakan ponsel dan mengunggahnya melalui aplikasi. Sistem dengan teknologi OCR (Optical Character Recognition) akan membaca detail transaksi secara otomatis, mengurangi input data manual.

2. Alur persetujuan digital yang cepat dan transparan

Manajer menerima notifikasi secara real-time saat ada pengajuan klaim baru dan dapat menyetujuinya langsung dari perangkat mereka. Karyawan pun dapat melacak status pengajuan mereka tanpa perlu bertanya kepada tim HR atau keuangan.

3. Integrasi langsung dengan sistem akuntansi dan payroll

Setelah disetujui, data klaim dapat secara otomatis terintegrasi dengan software akuntansi untuk pencatatan biaya dan sistem payroll. Integrasi ini menghilangkan entri data ganda, mengurangi risiko kesalahan manual, dan membantu tim finance menjaga akurasi pencatatan. Menurut Deloitte, integrasi travel and expense dengan ERP dapat membantu organisasi menyatukan proses klaim, reimbursement, dan visibilitas pengeluaran dalam satu alur kerja yang lebih efisien.

4. Pelacakan real-time dan pelaporan analitik

Manajemen dapat dengan mudah mengakses dasbor analitik untuk memantau total pengeluaran reimbursement per departemen atau proyek. Data ini sangat berharga untuk perencanaan anggaran dan identifikasi area potensial untuk penghematan biaya.

5. Pemeriksaan kebijakan dan kepatuhan secara otomatis

Sistem otomatis dapat membantu mengecek apakah klaim sudah sesuai dengan kebijakan perusahaan, seperti batas biaya makan, transportasi, atau akomodasi. Jika ada pengajuan yang melebihi limit atau tidak memiliki bukti transaksi lengkap, sistem bisa langsung memberi tanda untuk ditinjau lebih lanjut.

Dengan cara ini, tim finance tidak perlu mengecek semua klaim secara manual dari awal. Proses validasi jadi lebih rapi, risiko klaim tidak sesuai aturan bisa dikurangi, dan data reimbursement tetap siap digunakan untuk audit maupun pelaporan pajak.

Kesimpulan

Form reimbursement membantu perusahaan menjaga proses klaim biaya tetap rapi, transparan, dan mudah diverifikasi. Dengan format yang jelas, tim finance dapat mengecek bukti transaksi, mencatat pengeluaran, serta mengurangi risiko selisih data.

Secara umum, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan: gunakan formulir dengan detail transaksi yang lengkap, tetapkan alur persetujuan yang jelas, dan evaluasi data reimbursement secara berkala. Jika proses klaim mulai sulit dipantau secara manual, perusahaan dapat mempertimbangkan sistem digital agar pengelolaannya lebih praktis.

Untuk melihat bagaimana sistem reimbursement dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, jadwalkan konsultasi gratis bersama tim kami.

FAQ tentang Form Reimbursement

Reimbursement adalah penggantian biaya yang telah dikeluarkan karyawan berdasarkan bukti transaksi. Sementara itu, tunjangan adalah sejumlah uang yang diberikan di muka kepada karyawan untuk menutupi pengeluaran yang diantisipasi, tanpa perlu bukti pengeluaran detail.

Waktu proses yang wajar bervariasi, tetapi banyak perusahaan menetapkan standar 14 hingga 30 hari setelah klaim diajukan secara lengkap. Sistem otomatis dapat mempercepat proses ini secara signifikan, seringkali dalam hitungan hari.

Umumnya, penggantian biaya untuk pengeluaran bisnis yang sah dan didukung bukti tidak dianggap sebagai penghasilan kena pajak bagi karyawan. Namun, kebijakan pajak dapat bervariasi, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli pajak.

Kebijakan perusahaan harus mengatur hal ini. Beberapa perusahaan mengizinkan penggunaan bukti lain seperti laporan kartu kredit, sementara yang lain mungkin memiliki formulir ‘pernyataan kehilangan struk’ yang harus diisi dan disetujui.

Untuk tim remote, sistem reimbursement digital atau otomatis adalah solusi terbaik. Karyawan dapat mengajukan klaim dan mengunggah bukti secara online dari mana saja, dan seluruh proses persetujuan hingga pembayaran dilakukan tanpa memerlukan dokumen fisik.

Jurnal reimbursement biasanya dicatat sebagai biaya perusahaan saat klaim disetujui. Contohnya, akun biaya didebit sesuai jenis pengeluaran, lalu kas atau bank dikredit saat perusahaan mengganti dana karyawan.

Batas waktu pengajuan reimbursement biasanya berkisar 7 hingga 30 hari setelah transaksi dilakukan. Namun, perusahaan sebaiknya menetapkan aturan yang jelas agar proses verifikasi bukti dan pembayaran berjalan lebih rapi.

Keisha Anindya

Senior Technical Writer

Keisha Anindya adalah penulis konten HR dengan pengalaman 3 tahun yang berfokus pada topik digitalisasi SDM. Pembahasan mencakup HRIS, payroll dan regulasi (PPh 21, BPJS), absensi dan penjadwalan, rekrutmen dan ATS, performance & KPI, serta learning & development. Pendekatan penulisan mengutamakan riset dan contoh kasus agar pembahasan relevan untuk HR, manajer, hingga C-level dalam pengambilan keputusan.

Ghina adalah Senior HR Manager berpengalaman dengan lebih dari 12 tahun pengalaman dalam manajemen sumber daya manusia, talent management, dan pengembangan organisasi. Ia memiliki latar belakang pendidikan Magister Psikologi serta Bachelor of Psychology. Sebagai pemegang sertifikasi SHRM-SCP (Society for Human Resource Management – Senior Certified Professional), Ghina memiliki kompetensi dalam mengembangkan strategi HR yang selaras dengan kebutuhan bisnis, membangun budaya kerja yang sehat, serta meningkatkan employee engagement dan pengembangan talenta.

EQUIP mengikuti standar editorial yang ketat dan menggunakan sumber utama seperti regulasi, panduan industri, dan publikasi terpercaya.

Estimasi waktu membaca: 13 menit