Overstock dan understock adalah kondisi ketidakseimbangan stok yang dapat meningkatkan biaya operasional maupun risiko kehilangan penjualan.

Pengelolaan stok yang optimal membutuhkan forecasting, reorder point, pemantauan inventaris, serta koordinasi yang baik dengan supplier.

Pencatatan manual, prediksi permintaan yang kurang akurat, dan minimnya visibilitas stok sering menyebabkan kelebihan maupun kekurangan persediaan.

Penerapan Warehouse Management System membantu memantau stok secara real-time dan menjaga keseimbangan persediaan.