Apakah Anda pernah notice bahwa tim mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk entri data manual yang rentan terhadap human error? Tantangan ini sering ditemukan menjadi hambatan tersembunyi yang menggerogoti produktivitas dan memperlambat alur kerja sehingga bisnis-bisnis perlu menggunakan OCR software
Optical Character Recognition (OCR) adalah solusi modern yang dirancang untuk mengubah dokumen fisik atau digital, seperti faktur dan kuitansi, menjadi data yang dapat diedit secara otomatis. Teknologi ini membebaskan tim Anda dari tugas repetitif di proses procurement dan memungkinkan mereka fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai tambah.
Untuk mempelajari lebih lanjut, simak artikel ini hingga akhir dan ketahui semua informasi penting mengenai OCR software. Apabila Anda ingin mencoba langsung OCR software, kami menawarkan demo gratis yang Anda dapat daftarkan diri sekarang.
Key Takeaways
OCR software adalah teknologi yang mengubah gambar teks dari dokumen fisik atau digital menjadi data terstruktur yang dapat diolah secara otomatis.
Manfaat utama OCR meliputi peningkatan efisiensi operasional, pengurangan human error, percepatan alur kerja, dan penghematan biaya entri data manual.
Fitur kunci yang harus dipertimbangkan saat memilih OCR adalah tingkat akurasi, dukungan format, kemampuan integrasi dengan ERP, dan keamanan data.
Solusi terintegrasi seperti EQUIP menawarkan fitur OCR canggih yang menyatu dengan sistem ERP, memungkinkan otomatisasi dokumen dari ekstraksi hingga pembukuan dalam satu platform.
Apa itu OCR Software?
Optical Character Recognition (OCR) adalah solusi modern yang dirancang untuk mengubah dokumen fisik atau digital, seperti faktur dan kuitansi, menjadi data yang dapat diedit secara otomatis. Teknologi ini membebaskan tim Anda dari tugas repetitif di proses procurement dan memungkinkan mereka fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai tambah.
Secara sederhana, cara kerjanya dimulai dari pemindaian dokumen untuk membuat gambar digital. Software kemudian menganalisis gambar tersebut, mengenali karakter, dan mengekstraknya menjadi data terstruktur. Proses ini memungkinkan informasi dari tumpukan faktur atau formulir dapat langsung masuk ke sistem Anda tanpa perlu input manual.
15 Rekomendasi OCR Software Terbaik
Setelah memahami fitur-fitur penting, kini saatnya melihat beberapa pemain utama di pasar. Berikut adalah 15 rekomendasi software OCR terbaik yang telah saya kurasi berdasarkan fitur, skalabilitas, dan ulasan pengguna untuk membantu Anda membuat pilihan yang tepat di tahun 2025.
1. EQUIP
EQUIP menonjol sebagai solusi yang tidak hanya menyediakan fungsionalitas OCR, tetapi juga mengintegrasikannya secara native ke dalam sistem ERP yang komprehensif. Pendekatan ini menghilangkan hambatan integrasi dan memastikan alur kerja dokumen yang sepenuhnya otomatis dari awal hingga akhir. Software ini dirancang untuk bisnis yang mencari solusi satu atap untuk otomatisasi proses bisnis mereka.
Keunikan EQUIP terletak pada kemampuannya mengekstrak data dari dokumen seperti faktur pembelian dan secara otomatis membuat draf transaksi di dalam modul akuntansi atau procurement. Dengan dukungan AI, sistem ini terus belajar untuk mengenali berbagai format dokumen, meningkatkan akurasi seiring waktu. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk perusahaan skala menengah hingga besar yang ingin mengoptimalkan efisiensi operasional.
Fitur Utama:
- Ekstraksi data faktur, kuitansi, dan pesanan pembelian secara otomatis.
- Integrasi penuh dengan modul Akuntansi, Procurement, dan Inventaris.
- Otomatisasi pembuatan draf tagihan untuk persetujuan.
- Dukungan berbagai format file termasuk PDF, JPG, dan PNG.
- Kustomisasi alur kerja sesuai dengan kebutuhan bisnis spesifik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis skala menengah hingga besar yang membutuhkan solusi otomatisasi dokumen terintegrasi penuh dengan ERP. EQUIP juga menawarkan demo gratis bagi yang berminat mencobanya.
Harga: Hubungi tim konsultan EQUIP untuk mendapatkan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.
2. Nanonets
Nanonets adalah platform otomatisasi alur kerja berbasis AI yang unggul dalam ekstraksi data dari dokumen tidak terstruktur. Platform ini tidak memerlukan template dan dapat belajar dari dokumen baru hanya dengan beberapa contoh. Nanonets banyak digunakan untuk memproses faktur, tanda pengenal, dan formulir dengan akurasi tinggi.
Fitur Utama:
- Otomatisasi pemrosesan faktur (AP Automation).
- Model AI yang dapat dilatih tanpa coding.
- Validasi data dengan aturan bisnis kustom.
- Integrasi dengan ratusan aplikasi lain.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Tim keuangan dan operasional yang ingin mengotomatiskan pemrosesan faktur dan dokumen lainnya dengan cepat.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 7.500.000 per bulan untuk paket Pro.
3. Adobe Acrobat Pro
Adobe Acrobat Pro adalah nama yang sangat dikenal dalam pengelolaan dokumen PDF. Selain fitur-fitur PDF yang lengkap, software ini juga dilengkapi dengan fungsionalitas OCR yang kuat. Pengguna dapat dengan mudah mengubah dokumen pindaian atau gambar menjadi PDF yang dapat dicari dan diedit teksnya.
Fitur Utama:
- Konversi dokumen pindaian ke PDF yang dapat diedit.
- Kemampuan untuk membandingkan dua versi dokumen.
- Integrasi dengan Adobe Document Cloud.
- Fitur pengeditan teks dan gambar langsung di PDF.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Individu dan bisnis kecil yang membutuhkan alat serbaguna untuk mengelola PDF dan melakukan OCR dasar.
Harga: Berlangganan mulai dari sekitar Rp 300.000 per bulan.
4. Tungsten OmniPage
Tungsten OmniPage adalah salah satu solusi OCR paling senior dan kuat di pasaran, dirancang untuk konversi dokumen volume tinggi. Software ini dikenal karena akurasinya yang luar biasa dalam mengenali teks dan mempertahankan format dokumen asli. OmniPage sangat cocok untuk organisasi besar yang perlu mendigitalkan arsip dokumen dalam jumlah besar.
Fitur Utama:
- Konversi dokumen batch dengan volume tinggi.
- Dukungan lebih dari 120 bahasa.
- Alat untuk pemrosesan gambar dan perbaikan kualitas dokumen.
- Dapat diintegrasikan dengan berbagai sistem manajemen dokumen.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan besar, lembaga pemerintah, dan penyedia layanan BPO yang menangani digitalisasi dokumen massal.
Harga: Versi Ultimate dijual dengan harga sekitar Rp 7.500.000 untuk lisensi permanen.
5. ABBYY FineReader PDF
ABBYY FineReader adalah pesaing kuat Adobe Acrobat, yang menawarkan solusi PDF cerdas dengan teknologi OCR berbasis AI. Software ini sangat baik dalam mengubah PDF dan pindaian menjadi format yang dapat diedit seperti Word dan Excel dengan presisi tinggi. ABBYY sering dipuji karena kemampuannya mempertahankan tata letak tabel yang rumit.
Fitur Utama:
- OCR untuk dokumen digital dan pindaian.
- Alat pengeditan PDF yang komprehensif.
- Perbandingan dokumen untuk mendeteksi perubahan.
- Otomatisasi konversi dokumen dengan Hot Folder.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Profesional hukum, pendidikan, dan administrasi yang secara rutin bekerja dengan berbagai jenis dokumen.
Harga: Berlangganan mulai dari sekitar Rp 1.500.000 per tahun.
6. Rossum
Rossum adalah platform pemrosesan dokumen cerdas yang dirancang khusus untuk mengurangi entri data manual pada alur kerja Accounts Payable. Menggunakan teknologi AI canggih, Rossum dapat memahami tata letak faktur tanpa memerlukan template. Platform ini berfokus pada efisiensi komunikasi antara manusia dan AI untuk validasi data.
Fitur Utama:
- Ekstraksi data faktur tanpa template.
- Validasi data dengan antarmuka yang intuitif.
- Kemampuan belajar mandiri untuk meningkatkan akurasi.
- Integrasi API yang kuat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Departemen keuangan di perusahaan menengah hingga besar yang ingin mengotomatiskan pemrosesan faktur secara end-to-end.
Harga: Harga disesuaikan berdasarkan volume dokumen, perlu meminta penawaran.
7. DocuParser
DocuParser adalah alat ekstraksi data berbasis cloud yang kuat dan fleksibel. Pengguna dapat membuat aturan parsing khusus untuk mengekstrak data dari berbagai dokumen PDF, seperti faktur, pesanan pembelian, dan laporan bank. Ini adalah solusi yang bagus untuk mengotomatiskan alur kerja yang bergantung pada data dari dokumen PDF.
Fitur Utama:
- Parsing data berbasis aturan yang kuat.
- Ekstraksi data tabel dan data berulang.
- Integrasi dengan aplikasi cloud seperti Google Sheets dan Zapier.
- Pemrosesan barcode dan QR code.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Bisnis yang membutuhkan ekstraksi data terstruktur dari dokumen PDF dengan tata letak yang konsisten.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 600.000 per bulan untuk 100 dokumen.
8. Readiris
Readiris adalah software OCR dan manajemen PDF yang serbaguna, menawarkan berbagai alat untuk konversi, pengeditan, dan anotasi dokumen. Software ini mendukung banyak format output dan memiliki kemampuan untuk mengonversi dokumen menjadi file audio. Readiris adalah pilihan solid bagi mereka yang mencari alternatif terjangkau untuk Adobe dan ABBYY.
Fitur Utama:
- Konversi ke berbagai format (Word, Excel, PDF, Audio).
- Dukungan lebih dari 130 bahasa.
- Alat untuk mengedit, menggabungkan, dan melindungi PDF.
- Kompresi PDF untuk ukuran file yang lebih kecil.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Pengguna rumahan, pelajar, dan bisnis kecil yang mencari alat OCR dan PDF yang fungsional dengan harga terjangkau.
Harga: Lisensi permanen mulai dari sekitar Rp 1.500.000.
9. Tesseract (Open Source)
Tesseract adalah mesin OCR open-source yang awalnya dikembangkan oleh HP dan sekarang dikelola oleh Google. Ini bukan software siap pakai dengan antarmuka pengguna, melainkan sebuah library yang dapat diintegrasikan oleh pengembang ke dalam aplikasi mereka sendiri. Tesseract sangat populer di kalangan komunitas pengembang karena gratis dan cukup akurat.
Fitur Utama:
- Mesin OCR yang kuat dan gratis.
- Dukungan untuk lebih dari 100 bahasa.
- Dapat dilatih untuk mengenali font atau karakter baru.
- Komunitas pengembang yang aktif.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Pengembang dan perusahaan dengan tim teknis yang ingin membangun solusi OCR kustom tanpa biaya lisensi.
Harga: Gratis (Open Source).
10. Google Cloud Vision AI
Google Cloud Vision AI adalah layanan berbasis cloud yang menyediakan kemampuan analisis gambar, termasuk OCR yang sangat kuat. Menggunakan model machine learning Google, layanan ini dapat mendeteksi dan mengekstrak teks dari gambar dengan akurasi tinggi, bahkan untuk tulisan tangan. Layanan ini diakses melalui API dan ditujukan untuk pengembang.
Fitur Utama:
- Deteksi teks dalam berbagai bahasa.
- Kemampuan mengenali tulisan tangan.
- Deteksi objek, wajah, dan landmark.
- Model machine learning yang telah dilatih oleh Google.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Aplikasi yang membutuhkan kemampuan OCR canggih dan terintegrasi, seperti aplikasi seluler atau platform web.
Harga: Terdapat tingkatan gratis, kemudian dikenakan biaya per 1.000 unit (misalnya, per 1.000 gambar).
11. Amazon Textract
Amazon Textract adalah layanan dari AWS yang lebih dari sekadar OCR. Layanan ini dirancang untuk mengekstrak tidak hanya teks, tetapi juga data terstruktur dari tabel dan formulir secara otomatis. Textract memahami hubungan antar data, menjadikannya sangat kuat untuk memproses dokumen seperti formulir aplikasi atau laporan medis.
Fitur Utama:
- Ekstraksi teks, formulir, dan tabel.
- Tidak memerlukan konfigurasi template manual.
- Integrasi dengan layanan AWS lainnya.
- Keamanan dan kepatuhan tingkat enterprise.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan yang sudah menggunakan ekosistem AWS dan perlu mengotomatiskan ekstraksi data dari dokumen terstruktur.
Harga: Model bayar sesuai pemakaian, dengan biaya per halaman yang diproses.
12. Microsoft Azure AI Document Intelligence
Sebelumnya dikenal sebagai Form Recognizer, Azure AI Document Intelligence adalah layanan AI dari Microsoft untuk ekstraksi data dokumen. Layanan ini menawarkan model pra-bangun untuk dokumen umum seperti faktur dan KTP, serta kemampuan untuk membuat model kustom. Ini adalah solusi yang kuat bagi organisasi yang berinvestasi dalam ekosistem Microsoft.
Fitur Utama:
- Model pra-bangun dan kustom.
- Ekstraksi tata letak, pasangan kunci-nilai, dan tabel.
- Tersedia di cloud dan on-premise (dengan Azure Stack Hub).
- Dukungan untuk berbagai jenis dokumen.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan yang menggunakan Azure dan membutuhkan solusi ekstraksi dokumen yang canggih dan dapat disesuaikan.
Harga: Model bayar sesuai pemakaian dengan tingkatan gratis.
13. Docsumo
Docsumo adalah platform pemrosesan dokumen cerdas yang membantu perusahaan mengotomatiskan entri data. Dengan kemampuan untuk mengonversi dokumen tidak terstruktur menjadi data terstruktur, Docsumo mengurangi waktu pemrosesan hingga 90%. Platform ini memungkinkan pengguna untuk melatih model AI tanpa memerlukan keahlian teknis.
Fitur Utama:
- Ekstraksi data dari faktur, laporan bank, dan formulir asuransi.
- Validasi data dengan aturan cerdas.
- Analitik untuk memantau kinerja otomatisasi.
- API untuk integrasi yang mudah.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Industri keuangan, logistik, dan real estat yang ingin mempercepat pemrosesan dokumen mereka.
Harga: Mulai dari sekitar Rp 7.500.000 per bulan.
14. SimpleOCR
SimpleOCR adalah software OCR freeware dengan beberapa batasan, tetapi juga menawarkan versi berbayar dengan fitur penuh. Seperti namanya, software ini berfokus pada kesederhanaan. Ini adalah alat yang baik untuk tugas-tugas OCR dasar, terutama untuk mengubah dokumen pindaian menjadi format teks yang dapat diedit.
Fitur Utama:
- Versi gratis untuk penggunaan pribadi.
- Pengenalan tulisan tangan (dalam versi berbayar).
- Pemeriksa ejaan untuk memverifikasi teks yang diekstraksi.
- Dapat bekerja dengan pemindai TWAIN.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Pengguna individu atau bisnis mikro dengan kebutuhan OCR yang sangat dasar dan anggaran terbatas.
Harga: Gratis, dengan versi komersial yang tersedia untuk dibeli.
15. Acodis
Acodis adalah platform pemrosesan dokumen cerdas (IDP) dari Swiss yang berfokus pada kecepatan dan kemudahan penggunaan. Platform ini menggunakan machine learning untuk mengklasifikasikan dokumen dan mengekstrak data secara otomatis. Acodis dirancang untuk menangani alur kerja dokumen yang kompleks di berbagai industri.
Fitur Utama:
- Klasifikasi dokumen otomatis.
- Ekstraksi data tanpa template.
- Antarmuka untuk validasi data yang cepat.
- Tersedia sebagai solusi cloud atau on-premise.
| Kelebihan | Kekurangan |
|
|
Ideal untuk: Perusahaan di industri yang sangat diatur seperti keuangan dan farmasi yang membutuhkan solusi IDP yang aman dan cepat.
Harga: Perlu menghubungi tim penjualan untuk mendapatkan penawaran.
Fungsi OCR Software untuk Bisnis
OCR software menawarkan banyak fungsi bagi berbagai jenis bisnis dan perusahaan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan software ini untuk bisnis dan perusahaan mereka. Berikut adalah list fungsi OCR software:
- Otomatisasi Input Data: OCR mengotomatisasi ekstraksi data dari dokumen terstruktur seperti faktur, kwitansi, formulir pendaftaran, dan laporan bank. Hal ini menghilangkan kebutuhan entri data manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan manusia.
- Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas: Dengan mengubah alur kerja berbasis kertas menjadi digital, OCR mempercepat pemrosesan dokumen, perutean, dan pencarian informasi. Karyawan dapat fokus pada tugas bernilai lebih tinggi daripada entri data rutin.
- Pengurangan Biaya Operasional: Mengurangi ketergantungan pada penanganan dan penyimpanan dokumen fisik menghemat biaya yang terkait dengan kertas, pencetakan, dan ruang arsip.
- Akses dan Pengelolaan Data yang Lebih Mudah: Data yang didigitalkan dengan OCR dapat diindeks, dicari, dan diakses dengan cepat dari sistem manajemen dokumen (DMS) atau cloud storage. Hal ini memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih cepat dan audit yang lebih lancar.
- Peningkatan Akurasi Data: Meskipun OCR awal mungkin memiliki keterbatasan, teknologi modern yang sering didukung AI dapat mencapai tingkat akurasi yang tinggi, secara signifikan mengurangi kesalahan transkripsi dibandingkan input manual.
Manfaat Menggunakan OCR Software
Banyak manajer sering meremehkan biaya tersembunyi dari pemrosesan dokumen manual, mulai dari waktu yang terbuang hingga risiko kesalahan data yang mahal. OCR software hadir untuk mengatasi pain points ini secara langsung, seperti tumpukan faktur yang menunggu persetujuan atau kesulitan saat melakukan audit. Implementasi teknologi ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk tetap kompetitif.
Manfaat utamanya sangat nyata, mulai dari efisiensi biaya operasional dengan mengurangi tenaga kerja untuk entri data, hingga peningkatan akurasi hingga 99%. Selain itu, alur kerja dokumen menjadi jauh lebih cepat, memungkinkan proses seperti persetujuan faktur dan pembayaran diselesaikan dalam hitungan menit, bukan hari. Pada akhirnya, ini berdampak langsung pada kesehatan arus kas dan kepuasan vendor.
Tantangan Implementasi OCR Software
- Akurasi Pengenalan Karakter: Tidak ada sistem OCR tradisional yang mencapai akurasi 100% dalam semua kondisi. Kesalahan pengenalan dapat terjadi, terutama pada dokumen dengan kualitas rendah, tulisan tangan, atau format yang rumit, yang kemudian memerlukan verifikasi dan koreksi manual.
- Kualitas Gambar Input: Kinerja OCR sangat bergantung pada kualitas dokumen sumber. Faktor-faktor seperti pencahayaan yang buruk, bayangan, teks buram, resolusi rendah, tinta pudar, atau kerusakan fisik pada dokumen dapat secara signifikan menurunkan akurasi.
- Variasi Font dan Tata Letak: OCR kesulitan menangani berbagai jenis font, ukuran, dan gaya tulisan (terutama tulisan tangan atau kursif). Tata letak dokumen yang rumit, seperti tabel tanpa batas yang jelas, beberapa kolom, atau campuran teks dan gambar, dapat membingungkan perangkat lunak.
- Pemahaman Kontekstual dan Semantik: Perangkat lunak OCR hanya mengenali karakter secara harfiah, tetapi tidak memahami konteks atau makna data yang diekstrak. Ini berarti OCR tidak dapat secara otomatis mengoreksi kesalahan yang tidak masuk akal secara kontekstual (misalnya, salah mengartikan “m” sebagai “iii”).
- Integrasi Sistem: Menggabungkan output data OCR ke dalam sistem manajemen yang ada, seperti ERP atau CRM, bisa menjadi tantangan teknis yang memerlukan solusi integrasi yang mulus agar tidak mengganggu alur kerja yang sudah ada.
Tips Memilih OCR Software yang Tepat
- Akurasi Pengenalan Teks yang Tinggi: Ini adalah faktor krusial. Uji tingkat akurasi perangkat lunak, terutama pada dokumen dengan kualitas gambar yang bervariasi, tulisan tangan, atau format yang rumit. Akurasi tinggi akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk koreksi manual.
- Dukungan Berbagai Format Dokumen: Pastikan software dapat memproses berbagai jenis input (misalnya, gambar dari kamera, PDF yang dipindai) dan output (misalnya, Word, Excel, PDF yang dapat dicari) yang Anda butuhkan.
- Integrasi Sistem yang Ada: Jika Anda menggunakannya untuk bisnis, pastikan software OCR dapat terintegrasi dengan alur kerja atau sistem manajemen dokumen (seperti ERP atau CRM) yang sudah Anda miliki untuk otomatisasi yang lancar.
- Kemudahan Penggunaan (User-Friendliness): Antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan akan mempercepat proses adopsi oleh pengguna dan mengurangi kurva pembelajaran.
- Keamanan Data: Pastikan penyedia software memiliki kebijakan keamanan data yang kuat, terutama jika Anda menangani informasi sensitif atau rahasia.
- Dukungan Multi-Bahasa: Jika Anda bekerja dengan dokumen dalam berbagai bahasa, pastikan software OCR mendukung bahasa-bahasa tersebut secara akurat.
Kesimpulan
Adopsi OCR software bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah langkah fundamental menuju transformasi digital yang efisien. Di era modern, kemampuan untuk mengubah data tidak terstruktur menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti adalah kunci keunggulan kompetitif.
Pilihan terbaik dari daftar di atas sangat bergantung pada skala bisnis, volume dokumen, kebutuhan integrasi, dan anggaran Anda. Penting untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan unik perusahaan Anda sebelum berinvestasi.
Jika bisnis Anda mencari solusi jangka panjang yang tidak hanya menangani ekstraksi data tetapi juga mengintegrasikannya ke seluruh proses bisnis, mempertimbangkan platform ERP terpadu seperti EQUIP adalah langkah yang bijaksana. Coba demo gratisnya untuk melihat langsung bagaimana EQUIP dapat menyederhanakan alur kerja dokumen Anda.
FAQ tentang OCR Software
OCR (Optical Character Recognition) mengenali teks cetak, ICR (Intelligent Character Recognition) adalah versi lebih canggih yang dapat mengenali tulisan tangan, dan OMR (Optical Mark Recognition) mendeteksi tanda atau centang pada posisi tertentu, seperti pada lembar jawaban ujian.
Teknologi OCR modern yang didukung oleh AI dapat mencapai tingkat akurasi di atas 99% untuk dokumen cetak berkualitas baik. Akurasi dapat sedikit menurun untuk dokumen berkualitas rendah atau tulisan tangan yang kompleks, tetapi sistem terus belajar untuk menjadi lebih baik.
Ya, banyak software OCR modern yang dilengkapi dengan teknologi ICR (Intelligent Character Recognition) dapat mengenali dan mengekstrak tulisan tangan. Namun, tingkat akurasinya bervariasi tergantung pada kejelasan dan kerapian tulisan tersebut.
Sebagian besar OCR software menyediakan API (Application Programming Interface) yang memungkinkan pengembang untuk menghubungkannya dengan sistem lain seperti ERP. Alternatifnya, beberapa platform seperti EQUIP menawarkan OCR sebagai fitur bawaan dalam sistem ERP mereka, sehingga tidak memerlukan integrasi terpisah.
Biaya sangat bervariasi. Solusi berbasis langganan bisa berkisar dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pada volume dokumen dan fitur. Solusi terintegrasi dengan ERP biasanya termasuk dalam paket keseluruhan dan memerlukan konsultasi untuk mendapatkan harga yang akurat.
Hampir semua OCR software mendukung format gambar umum seperti PDF, JPEG, PNG, dan TIFF. Dukungan ini memastikan fleksibilitas dalam memproses berbagai jenis dokumen digital maupun hasil pindaian dari dokumen fisik.
Penyedia OCR software terkemuka menerapkan standar keamanan yang ketat, termasuk enkripsi data saat transit dan saat disimpan, serta kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR. Namun, penting untuk selalu memeriksa kebijakan keamanan dan privasi dari penyedia layanan sebelum menggunakannya untuk dokumen sensitif.
















