Bisnis furnitur berhadapan dengan bahan baku yang nilainya tidak seragam, terutama kayu dengan kualitas dan tingkat penyusutan berbeda. Di sisi lain, proses produksi furnitur sering berjalan bertahap, dari pemotongan, perakitan, hingga finishing.
Masalah muncul ketika biaya produksi furnitur custom dan produk ready stock dicatat dengan cara yang sama. Tanpa pencatatan yang selaras dengan alur produksi furnitur, HPP mudah melenceng dan nilai stok tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Di artikel ini, kita bahas peran software akuntansi dalam membantu bisnis furnitur mencatat bahan baku, biaya produksi, dan laporan keuangan sesuai realitas operasional.
Key Takeaways
Akuntansi furnitur dipengaruhi variasi kayu, proses produksi, dan model custom.
HPP furnitur harus dihitung per tahapan produksi, bukan sekadar total biaya.
Stok kayu mentah, setengah jadi, dan barang jadi perlu pencatatan terpisah.
Software akuntansi furnitur menyatukan data produksi, gudang, dan keuangan.
10 Software Akuntansi Terbaik untuk Industri Furnitur 2026
| Nama Software | Fitur Utama | Kelebihan Utama | Skala Bisnis |
| EQUIP | Akuntansi lengkap, manajemen inventaris, BOM/produksi, pelaporan real-time | Terintegrasi penuh produksi, persediaan, dan akuntansi, cocok untuk furnitur manufaktur kompleks | Menengah hingga besar dengan proses manufaktur penuh |
| Kledo | Faktur, stok dasar, multi-gudang, laporan keuangan otomatis | Mudah dipakai, harga terjangkau & cocok UMKM | UMKM hingga skala kecil furnitur |
| Jurnal by Mekari | Laporan real-time, stok, rekonsiliasi bank | Ekosistem terintegrasi dengan pajak dan HR | Kecil sampai menengah |
| Accurate Online | Akuntansi, persediaan, pajak | Kuat untuk kontrol stok dan kepatuhan pajak | Kecil sampai menengah |
| Odoo | Akuntansi, manufaktur, inventaris modular | Fleksibel dan bisa disesuaikan alur furnitur | Kecil hingga menengah |
| NetSuite | ERP akuntansi, inventaris, multi-entitas | Visibilitas menyeluruh untuk operasi kompleks | Menengah dan besar |
| SAP Business One | Akuntansi, produksi, inventaris | Stabil untuk manufaktur furnitur berkembang | Menengah |
| Zoho Books | Akuntansi cloud, invoice, laporan, integrasi CRM/Inventory eksternal | Integrasi luas dalam ekosistem Zoho dan UI modern | Kecil dan menengah |
| QuickBooks | Akuntansi dasar, invoice, expense, rekonsiliasi bank | Antarmuka sederhana dan populer global | Kecil dan menengah |
| Xero | Akuntansi cloud, invoice, stok ringan | UI intuitif dan mudah diintegrasikan | Kecil dan menengah |
1. EQUIP
Software akuntansi EQUIP adalah solusi ERP yang paling komprehensif karena dirancang khusus untuk industri manufaktur dan ritel, termasuk furnitur. Sistem ini tidak hanya menangani akuntansi, tetapi juga mengintegrasikan seluruh proses dari hulu ke hilir. Kemampuannya untuk menyatukan data produksi, inventaris, dan keuangan menjadikannya pilihan utama bagi bisnis yang ingin kontrol penuh.
Fitur Unggulan EQUIP untuk Bisnis Furnitur:
- Manajemen Akuntansi Komprehensif: Mengelola arus kas, buku besar, hingga laporan laba rugi secara otomatis. Ini memberikan visibilitas finansial yang akurat dan real-time.
- Manufaktur & Bill of Materials (BOM): Fitur ini krusial untuk menghitung biaya produksi setiap item furnitur secara presisi, mulai dari bahan baku hingga biaya tenaga kerja.
- Manajemen Inventaris Multi-Gudang: Memudahkan pelacakan stok bahan baku dan produk jadi di berbagai lokasi, baik workshop, gudang, maupun toko.
- Manajemen Proyek & Job Costing: Memungkinkan pelacakan biaya dan profitabilitas untuk setiap pesanan kustom atau proyek furnitur secara spesifik.
- Finance Monitoring: Pantau keuangan dan dokumen-dokumen finansial perusahaan seperti neraca, laba rugi, kas, laporan keuangan, dan lain-lain.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Integrasi penuh dengan modul manufaktur dan inventaris. | Implementasi memerlukan waktu untuk penyesuaian yang kompleks. |
| Kustomisasi sangat fleksibel sesuai kebutuhan industri furnitur. | Mungkin terlalu komprehensif untuk bisnis skala mikro. |
| Dukungan teknis lokal yang responsif dan profesional. |
EQUIP menawarkan solusi menyeluruh yang menyatukan setiap aspek operasional bisnis furnitur, dari bengkel produksi hingga laporan keuangan akhir tahun. Coba konsultasi gratis sekarang dan rasakan efisiensi pengelolaan bisnis yang lebih terintegrasi!
Website: www.equiperp.com
2. Kledo
Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang ditujukan untuk UMKM di Indonesia. Aplikasinya sederhana dan mudah digunakan, cocok untuk bisnis furnitur skala kecil yang baru memulai digitalisasi. Fitur utamanya mencakup pembuatan faktur, laporan keuangan otomatis, dan manajemen aset.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Antarmuka yang ramah pengguna untuk pemula. | Fitur manufaktur tidak sedalam solusi ERP. |
| Harga terjangkau untuk UMKM. | Kustomisasi terbatas. |
| Tersedia fitur multi gudang dasar. | Kurang cocok untuk skala produksi besar. |
Kledo adalah pilihan solid untuk pengrajin atau toko mebel kecil yang membutuhkan alat akuntansi dasar yang efisien dan terjangkau.
Website: kledo.com
3. Jurnal by Mekari
Jurnal by Mekari adalah salah satu platform akuntansi online paling populer di Indonesia. Kekuatannya terletak pada ekosistemnya yang luas dan integrasi dengan aplikasi Mekari lainnya. Untuk bisnis furnitur, fitur manajemen stok dan laporan keuangan real-time sangat membantu memantau kesehatan bisnis.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Ekosistem produk yang terintegrasi. | Biaya bisa meningkat seiring penambahan fitur atau pengguna. |
| Laporan keuangan yang komprehensif. | Fitur untuk perhitungan HPP produksi kompleks masih terbatas. |
| Fitur rekonsiliasi bank otomatis. |
Jurnal cocok untuk bisnis furnitur ritel atau skala menengah yang juga membutuhkan solusi untuk HR dan perpajakan dalam satu ekosistem.
Website: jurnal.id
4. Accurate Online
Accurate adalah nama yang sudah lama dikenal di dunia akuntansi Indonesia. Accurate Online menawarkan fitur pembukuan yang kuat, manajemen aset, dan pelaporan pajak yang lengkap. Untuk bisnis furnitur yang menjual secara online, fitur SmartLink e-Commerce-nya sangat bermanfaat.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Fitur akuntansi dan perpajakan yang sangat kuat. | Antarmuka bisa terasa sedikit kaku bagi pengguna baru. |
| Telah dipercaya oleh banyak bisnis di Indonesia. | Modul manufaktur perlu dibeli terpisah. |
| Integrasi dengan marketplace dan e-commerce. |
Accurate Online menjadi pilihan tepat bagi bisnis furnitur yang memprioritaskan kepatuhan pajak dan memiliki model penjualan omnichannel.
Website: accurate.id
5. Odoo
Odoo adalah platform ERP open-source yang menawarkan fleksibilitas tinggi. Dengan model modular, Anda bisa memilih aplikasi yang dibutuhkan, termasuk Akuntansi, Manufaktur, dan Inventaris. Ini membuatnya sangat bisa disesuaikan untuk proses produksi furnitur yang spesifik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat fleksibel dan dapat dikustomisasi. | Memerlukan keahlian teknis atau partner implementasi. |
| Tersedia versi komunitas yang gratis. | Biaya bisa menjadi mahal jika menggunakan banyak modul enterprise. |
| Pilihan modul yang sangat lengkap dari CRM hingga manufaktur. | Dukungan resmi terkadang kurang responsif. |
Odoo ideal untuk bisnis furnitur yang memiliki tim IT sendiri atau membutuhkan solusi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan unik mereka.
Website: www.odoo.com
6. NetSuite
Oracle NetSuite adalah solusi ERP cloud premium yang dirancang untuk perusahaan skala menengah hingga besar. Sistem ini menawarkan manajemen keuangan, rantai pasok, dan produksi yang sangat canggih. Untuk industri furnitur dengan operasi yang kompleks dan multi-nasional, NetSuite memberikan visibilitas dan kontrol yang tak tertandingi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat powerful dan skalabel untuk perusahaan besar. | Biaya implementasi dan lisensi yang sangat tinggi. |
| Fitur manajemen keuangan dan produksi yang mendalam. | Terlalu kompleks untuk bisnis skala kecil dan menengah. |
| Platform berbasis cloud yang andal. | Implementasi memerlukan waktu yang lama. |
NetSuite adalah investasi strategis bagi perusahaan furnitur besar yang menargetkan pertumbuhan global dan efisiensi operasional tingkat lanjut.
Website: www.oracle.com/id/netsuite/
7. SAP Business One
SAP Business One adalah solusi ERP yang dirancang oleh SAP untuk pasar UKM. Sistem ini menyediakan fungsionalitas yang kuat untuk akuntansi, kontrol inventaris, dan manajemen penjualan. Ini adalah pilihan yang solid untuk bisnis furnitur yang sedang berkembang dan membutuhkan fondasi sistem yang stabil.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Brand yang terpercaya dengan fungsionalitas teruji. | Implementasi bisa menjadi kompleks dan mahal. |
| Solusi komprehensif untuk UKM. | Kurang fleksibel dibandingkan solusi cloud-native modern. |
| Analitik dan pelaporan yang kuat. |
SAP Business One cocok untuk bisnis furnitur skala menengah yang mencari solusi ERP terstruktur dari vendor terkemuka di dunia.
Website: www.sap.com
8. Zoho Books
Zoho Books adalah bagian dari ekosistem Zoho yang sangat luas, menawarkan integrasi yang mulus dengan aplikasi lain seperti Zoho Inventory dan Zoho CRM. Untuk bisnis furnitur, kemampuannya melacak waktu proyek dan pengeluaran sangat berguna untuk pesanan kustom. Ini adalah salah satu software akuntansi modern yang cukup populer.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Terintegrasi dengan ekosistem Zoho yang luas. | Fitur manufaktur tidak tersedia secara native. |
| Antarmuka yang bersih dan modern. | Bisa menjadi mahal jika berlangganan banyak aplikasi Zoho. |
| Fitur pelacakan proyek yang baik. | Dukungan pelanggan terkadang lambat. |
Zoho Books ideal untuk bisnis furnitur yang sudah menggunakan produk Zoho lainnya atau membutuhkan solusi akuntansi yang kuat dalam manajemen proyek.
Website: www.zoho.com/books/
9. QuickBooks
QuickBooks adalah nama besar dalam software akuntansi untuk bisnis kecil di seluruh dunia. Platform ini sangat baik dalam melacak pendapatan, pengeluaran, dan mengelola faktur. Meskipun tidak memiliki fitur manufaktur bawaan, QuickBooks dapat diintegrasikan dengan aplikasi pihak ketiga untuk kebutuhan tersebut.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat mudah digunakan untuk pemilik bisnis kecil. | Tidak dirancang untuk manufaktur, perlu integrasi tambahan. |
| Banyaknya pilihan integrasi aplikasi pihak ketiga. | Tidak ideal untuk mengelola HPP produksi yang rumit. |
| Komunitas pengguna yang besar dan banyak sumber daya online. | Versi internasional mungkin kurang sesuai dengan regulasi lokal. |
QuickBooks cocok untuk toko mebel ritel atau pengrajin furnitur skala kecil yang fokus pada penjualan dan membutuhkan pembukuan yang sederhana.
Website: quickbooks.intuit.com
10. Xero
Xero adalah platform akuntansi cloud yang dikenal dengan desainnya yang indah dan kemudahan penggunaan. Fitur andalannya termasuk rekonsiliasi bank yang mudah, manajemen tagihan, dan pelaporan yang intuitif. Seperti QuickBooks, Xero mengandalkan integrasi untuk fungsionalitas manufaktur yang lebih spesifik.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Antarmuka yang sangat intuitif dan menyenangkan. | Kemampuan manajemen inventaris dasar. |
| Ekosistem aplikasi pihak ketiga yang kuat. | Tidak memiliki fitur job costing atau BOM yang mendalam. |
| Akses mobile yang sangat baik. |
Xero adalah pilihan yang sangat baik untuk bisnis furnitur modern yang memprioritaskan kemudahan penggunaan, akses mobile, dan ekosistem aplikasi yang fleksibel.
Website: www.xero.com
Kendala Akuntansi dalam Operasional Bisnis Furnitur
Bisnis furnitur memiliki karakter operasional yang membuat pencatatan akuntansi jauh lebih kompleks dibandingkan bisnis dagang biasa. Mulai dari variasi bahan baku kayu, proses produksi bertahap, hingga perbedaan model penjualan antara produk custom dan ready stock, semuanya menuntut sistem akuntansi yang benar-benar selaras dengan kondisi lapangan.
1. Variasi Kualitas Bahan Baku Kayu yang Mempengaruhi Nilai Stok
Dalam bisnis furnitur, kualitas kayu tidak selalu seragam meskipun berasal dari jenis yang sama. Perbedaan kadar air, usia kayu, dan kondisi fisik membuat nilai persediaan tidak bisa disamakan, sehingga pencatatan stok membutuhkan pendekatan yang lebih detail agar nilai aset tidak bias.
2. Perbedaan Satuan Bahan Baku dalam Pencatatan Persediaan
Bahan baku furnitur sering dicatat dalam satuan berbeda, seperti meter kubik, lembar, atau batang, sementara laporan keuangan menuntut keseragaman nilai. Ketidaksinkronan ini kerap menimbulkan selisih stok dan kesalahan perhitungan nilai persediaan jika tidak ditangani dengan sistem yang tepat.
3. Penyusutan Nilai Kayu akibat Penyimpanan dan Waktu
Kayu yang disimpan terlalu lama berisiko mengalami penurunan kualitas akibat jamur, retak, atau perubahan struktur. Tantangannya, penyusutan ini sering tidak tercatat secara sistematis, sehingga nilai persediaan di laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi aktual di gudang.
4. Pengelolaan Stok antara Kayu Mentah, Setengah Jadi, dan Barang Jadi
Proses produksi furnitur menciptakan beberapa kategori stok yang berjalan bersamaan. Tanpa pencatatan yang rapi, bisnis akan kesulitan melacak pergerakan bahan baku hingga menjadi produk jadi, yang berdampak langsung pada akurasi laporan HPP dan laporan laba rugi.
Peran Software Akuntansi dalam Mengelola Produksi Furnitur
Software akuntansi dalam bisnis furnitur tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat transaksi, tetapi juga sebagai penghubung antara aktivitas produksi, penggunaan bahan baku, dan laporan keuangan. Integrasi ini menjadi kunci agar keputusan bisnis tidak didasarkan pada data parsial.
- Pencatatan Biaya Produksi Furnitur Secara Real-Time
Setiap tahap produksi, mulai dari pemotongan kayu hingga finishing memiliki komponen biaya yang berbeda. Software akuntansi membantu mencatat biaya-biaya ini secara langsung, sehingga pemilik bisnis dapat memantau biaya produksi tanpa menunggu laporan akhir bulan.
2. Pelacakan Biaya Produksi Furnitur Custom per Pesanan
Produksi furnitur custom menuntut pencatatan biaya yang spesifik per proyek. Tanpa sistem yang terstruktur, biaya antar pesanan mudah tercampur, yang akhirnya menyulitkan evaluasi margin keuntungan tiap klien.
3. Integrasi Data Produksi, Gudang, dan Keuangan
Ketika pemakaian bahan baku tercatat otomatis sebagai biaya produksi, data keuangan menjadi lebih akurat. Integrasi ini membantu mengurangi kesalahan input manual sekaligus mempercepat proses rekonsiliasi stok dan laporan keuangan.
4. Perbandingan Margin antara Furnitur Ready Stock dan Custom
Bisnis furnitur sering menjalankan dua model produksi sekaligus. Software akuntansi memungkinkan pemilik usaha membandingkan margin dari produk ready stock dan custom, sehingga strategi produksi bisa disesuaikan berdasarkan profitabilitas nyata.
Kriteria Software Akuntansi yang Cocok untuk Bisnis Furnitur
Tidak semua software akuntansi mampu menangani kompleksitas industri furnitur. Pemilihan sistem perlu mempertimbangkan alur produksi, karakter bahan baku, serta model penjualan agar sistem benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis.
- Dukungan Multi Gudang untuk Bahan Baku dan Barang Jadi
Bisnis furnitur umumnya memisahkan gudang bahan baku, area produksi, dan gudang barang jadi. Software akuntansi yang tepat mampu mencatat perpindahan stok antar lokasi tanpa mengganggu akurasi nilai persediaan.
2. Perhitungan HPP Furnitur Berdasarkan Proses Produksi
HPP furnitur tidak hanya berasal dari bahan baku, tetapi juga tenaga kerja dan overhead produksi. Sistem yang ideal mampu menghitung HPP berdasarkan tahapan produksi, bukan sekadar harga beli bahan.
3. Pencatatan Waste Material dan Sisa Produksi Kayu
Sisa potongan kayu dan material yang tidak terpakai sering kali diabaikan dalam pencatatan. Padahal, waste yang tidak terkontrol dapat menggerus margin secara perlahan dan menyesatkan laporan biaya produksi.
4. Pengelolaan Retur akibat Cacat Produksi atau Pengiriman
Kerusakan furnitur bisa terjadi saat produksi maupun distribusi. Software akuntansi yang relevan untuk bisnis furnitur harus mampu memisahkan retur karena cacat produksi dan retur akibat pengiriman, karena dampaknya berbeda pada biaya dan stok.
Kesimpulan
Akurasi laporan keuangan sangat bergantung pada cara biaya produksi dan bahan baku dicatat, terutama dalam bisnis furnitur. Perbedaan kualitas kayu, tahapan produksi, serta pesanan custom membuat pencatatan akuntansi tidak bisa disamakan dengan bisnis dagang biasa.
Software akuntansi yang selaras dengan alur bisnis furnitur membantu menjaga konsistensi HPP, kontrol stok bahan baku, dan kejelasan margin tiap produk. Dengan data yang rapi dan relevan, keputusan produksi dan penjualan bisa diambil berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
FAQ tentang Software Akuntansi untuk Bisnis Furnitur
Bisnis furnitur memiliki tantangan unik seperti manajemen variasi bahan baku, perhitungan biaya produksi per pesanan (job costing), dan pengelolaan Bill of Materials (BOM). Software akuntansi generik seringkali tidak memiliki fitur-fitur ini, sehingga sulit untuk mendapatkan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat dan melacak profitabilitas secara detail.
Untuk toko mebel, fitur paling penting adalah manajemen inventaris yang akurat untuk melacak stok di berbagai lokasi, integrasi dengan sistem Point of Sale (POS) untuk sinkronisasi penjualan, manajemen hubungan pelanggan (CRM) untuk melacak pesanan, dan laporan penjualan yang detail untuk menganalisis produk terlaris.
Melalui fitur Bill of Materials (BOM), software dapat secara otomatis menghitung total biaya bahan baku yang digunakan untuk satu unit produk. Ditambah dengan fitur job costing, sistem juga dapat menambahkan biaya tenaga kerja dan overhead lainnya ke dalam perhitungan, sehingga menghasilkan HPP yang sangat akurat untuk setiap item atau pesanan.
Ya, sebagian besar software akuntansi modern, terutama yang berbasis cloud seperti Equip, Jurnal, dan Zoho Books, dirancang untuk dapat diintegrasikan dengan mudah. Integrasi dengan POS dan e-commerce penting untuk sinkronisasi data penjualan, stok, dan pelanggan secara otomatis, mengurangi input manual dan kesalahan.
Harganya sangat bervariasi. Untuk solusi UMKM berbasis langganan seperti Kledo atau Jurnal, biayanya bisa mulai dari beberapa ratus ribu per bulan. Untuk sistem ERP yang lebih komprehensif seperti Equip, Odoo, atau NetSuite, biayanya dihitung berdasarkan kompleksitas implementasi dan kustomisasi, seringkali dalam bentuk biaya satu kali atau langganan tahunan yang lebih tinggi, namun dengan fungsionalitas yang jauh lebih lengkap.










